Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



BOLEHKAH WANITA MEMAKAI PEWANGI PAKAIAN

1
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :





Pertanyaan :
“Bolehkahkan mencuci pakaian perempuan atau perempuan membasuh kedua tangannya dengan sabun wangi kemudian perempuan tersebut kelu...ar rumah dengan membawa wangi yang semerbak melewati para laki-laki yang bukan mahramnya?

الشيخ الألباني: إذا كانت الرائحة فائحة؛ ما يجوز طبعًا.

Jawaban Syaikh Al Albani, “Jika muncul wangi yang semerbak dari diri si wanita maka tentu saja TIDAK DIPERBOLEHKAN.

السائل: حُكم العطر.

Penanya, “SEBAGAIMANA HUKUM WEWANGIAN ?”

...baca selengkapnya >>



Share

ETIKA BERPAKAIAN DAN BERHIAS

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : “Apabila Allah Tabaroka wata’ala mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya.

...baca selengkapnya >>



Share

TENTANG PENAMAAN JEMBATAN ASH SHIROTHUL MUSTAQIM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Tanya :
Ustadz apa benar ada dalil yang menamakan "jembatan shirotol mustaqim", dan bahwasannya jembatan itu bagaikan rambut dibelah tujuh?
(Waldi, Pontianak)

Dijawab oleh Ust. Abdullah Roy Lc. :
Shirath adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya, sesuai dengan amalan mereka, ada yang terjatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.

...baca selengkapnya >>



Share

ASAL USUL PEMBAGIAN TAUHID

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Tanya :
Katanya tauhid dibagi tiga ( rububiyyah, uluhiyyah, asma' dan shifat) , siapa yang membagi demikian ? Di kitab apa ? Jilid dan halaman ? ( 0500*****)

Jawab :
Tauhid terbagi menjadi 3 ( Tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan Asma' wa sifat ) berdasarkan istiqra' ( penelitian menyeluruh ) terhadap dalil-dalil yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah, sebagaimana ulama nahwu membagi kalimat di dalam bahasa arab menjadi 3 : Isim, fi'il, dan huruf, berdasarkan penelitian menyeluruh terhadap kalimat-kalimat yang ada di dalam bahasa arab. ( Lihat Kitab At-Tahdzir min Mukhtasharat Muhammad Ash-Shabuny fii At-Tafsir karangan Syeikh Bakr Abu Zaid hal: 30, cet. Darur Rayah- Riyadh )

Diantara dalil-dalil tauhid rububiyyah ( pengesaan Allah dalam penciptaan, pembagian rezeki, dan pengaturan alam ) :

...baca selengkapnya >>



Share

INILAH KLAIM MEREKA PARA AHLUL BID'AH TENTANG DOA NURBUAH/NURBUAT

1
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Berikut ini kami nukilkan klaim dari pengamal bid'ah Doa Nurun Nurbuwah, Nurul Nurbuwah atau Doa Nurbuah, atau Doa Nurbuat, yang mana klaim ini umumnya dapat di jumpai di kitab kecil "Majemu' Syarif" atau kitab-kitab yang semisal yang banyak sekali di jual di toko-toko buku, dan salinannya dapat juga di jumpai di banyak situs internet yag manhajnya tidak jelas.

INILAH KUTIPAN KLAIM MEREKA :

Doa Nurbuat (Nurul Nurbuwah) merupakan satu-satunya doa yang memiliki banyak khasiat, tentu saja bila diamalkan dengan hati yang benar-benar ihklas karena Allah. Dikisahkan bahwa Rasulullah setelah sholat subuh duduk di masjid bersama para sahabat. Kemudian datanglah malaikat Jibril membawa doa Nurbuat seraya berkata: “Aku diutus oleh Allah membawa doa Nurbuat untuk diserahkan kepadamu (Rasulullah).”

...baca selengkapnya >>



Share

HARUSKAH BERWUDHU KETIKA HENDAK TIDUR SETELAH BERHUBUNGAN BADAN?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Pertanyaan :
Apa hukum berwudhu ketika hendak tidur setelah melakukan hubungan badan? Bolehkah diganti dengan tayammum?

Jawaban :
Berwudhu ketika hendak tidur setelah melakukan hubungan badan, hukumnya sunah muakkad (sunah yang ditekankan). Di antara dalil yang menunjukkan hal itu adalah beberapa hadis berikut:

Pertama : Hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak makan atau tidur, sementara beliau sedang junub, maka beliau mencuci farji-nya dan berwudhu sebagaimana wudhu ketika shalat. (HR. Bukhari dan Muslim)

...baca selengkapnya >>



Share

PANDUAN HUKUM SEPUTAR KEGUGURAN KANDUNGAN

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Kholid Bin Ali Al Musyaiqih

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل لله  ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمدا عبده ورسوله صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى أصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وسلم تسليما كثيرا ، أما بعد:

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

والذي نفسي بيده إن السقط ليجر أمه بسرره إلى الجنة إذا احتسبته

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan bersama ari-arinya apabila ibunya mengharap pahala dari Allah (dengan musibah tersebut) ( HR Ibnu Majah; dishahihkan oleh Albani)

...baca selengkapnya >>



Share