Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



MAKAN DAN MINUM SAMBIL BERDIRI ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Aris Munandar

Bismillah,
Di kota-kota besar undangan pesta sering kali dilakukan dgn fasilitas & hiburan yang serba mewah. Ketersediaan fasilitas & hidangan VIP memang mengundang selera, namun kadang ada yang lupa, ketersediaan tempat duduk walaupun lesehan acap kali ditinggalkan.
Berkaitan dgn makan & minum sambil berdiri, kita temukan beberapa hadits yang seolah-olah kontradiktif.

Hadits-Hadits yang melarang minum sambil berdiri
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sambil minum berdiri. (HR. Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775 dll)

Dari Abu Sa’id al-Khudriy, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim no. 2025, dll)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha utk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

...baca selengkapnya >>



Share

SYUBHAT SEKITAR AYAT HUKUM AL MAIDAH : 44 YANG DIPAKAI OLEH MEREKA YANG MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :





وَمَن لَّـمْ يَحْكُم بـِمَا أَنزَلَ اللهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (QS. al-Maidah [5]: 44)


Oleh : Ust. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah خفظه الله

MUQODDIMAH
Sesungguhnya “Masalah Berhukum dengan selain hukum Alloh عزّوجلّ” termasuk masalah-masalah ilmiah yang sangat penting, banyak yang menulis masalah ini dalam risalah-risalah dan kitab-kitab, pada umumnya mereka sekedar membela pemikiran-pemikiran orang sebelumnya, atau sekedar dukungan terhadap semangat yang melampaui batas. Masalah yang sangat berbahaya seperti ini sangat dibutuhkan penulisan pembahasan tentangnya dengan ikhlas, obyektif, dan sistematis sesuai dengan manhaj Salaful Ummah di dalam memahami nash-nash al-Qur’an dan Sunnah.” [1]

Kesalahan dalam memahami masalah ini sangat berbahaya, menjerumuskan para pemuda umat Islam sejak dulu hingga sekarang dalam fitnah yang besar dari fitnah takfir (mengkafirkan kaum muslimin) hingga fitnah tafjir (peledakan bom dll) yang begitu marak akhir-akhir ini.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan disebarluaskannya tulisan-tulisan yang banyak yang mengandung syubhat-syubhat takfir di dunia Islam tidak terkecuali di negeri kita ini.

Untuk itulah maka dalam pembahasan kali ini kami hendak mengetengahkan kepada pembaca jawaban-jawaban terhadap sebagian syubhat-syubhat tersebut dengan banyak menukil dari kitab Burhamil Munir fi Dahdhi Sybuhati Ahli Takfir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ris ar-Ris yang kami ambil dari website beliau www.islamancient.net.

...baca selengkapnya >>



Share

METODE SALAF DALAM MENERIMA ILMU

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Syaikh Abdul Adhim Badawi

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا


"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" [QS. Al-Ahzab : 36]

Dari fenomena yang tampak pada saat ini, (kita menyaksikan) khutbah-khutbah, nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran banyak sekali, melebihi pada zaman para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tabi'in (orang-orang yang berguru kepada para sahabat) serta tabiut tabiin (orang-orang yang berguru kepada tabi'in). Namun bersamaan itu pula, amal perbuatan sedikit. Sering kali kita mendengarkan (perintah Allah dan RasulNya) namun, sering juga kita tidak melihat ketaatan, dan sering kali kita mengetahuinya, namun seringkali juga kita tidak mengamalkan.

...baca selengkapnya >>



Share

LARANGAN MEMBERIKAN WARISAN KEPADA ORANG KAFIR DAN SEBALIKNYA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhu. bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

"Seorang muslim tidak mewarisi seorang kafir dan seorang kafir tidak mewarisi seorang muslim," (HR Bukhari [6764] dan Muslim [1614]). Dalam bab ini terdapat juga hadits dari Abdullah bin Umr, Jabir, Dan Abdullah bin Abbas radhilallahu 'anhu.

Dari hadits diatas , maka ada beberapa kandungan yang dapat diambil :

1. Perbedaan agama merupakan penghalang hak pewarisan. Dan barangsiapa membolehkan seorang muslim menerima warisan dari ahlul kitab dan mengkiyaskan dengan bolehnya menikahi ahli kitab, maka ini adalah qiyas yang salah dan bertentangan dengan nash.

...baca selengkapnya >>



Share

MENYOAL PANGILAN “BRO” DAN “SIST”!

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




“Gimana kabarnya ni bro?”

“Wah sist ini, makin eksis aja ni!”

Istilah “bro” dan “sist” memang sedang ngetren sekarang ini. Semua juga sudah tahu ini adalah singkatan dari “brother” dan “sister”. Sesama teman memanggil dengan istilah ini, bahkan terhadap orang yang tidak dikenal, sehingga ini sudah menjadi semacam kata sapaan. Akan tetapi perlu diperhatikan, sebaiknya kita berhati-hati, jangan memanggil dengan sapaan ini  terhadap orang kafir karena kita memang tidak bersaudara sama sekali dengan mereka. Ini juga menunjukkan al-wala [loyalitas] dan Al-bara [berlepas diri] kita sebagai seorang muslim.

Hal ini jelas karena yang berhak dipanggil saudara adalah sesama muslim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” [QS. Al-Hujurat : 10]

...baca selengkapnya >>



Share

TAWAKAL MELINDUNGI DIRI DARI PENYAKIT UJUB DAN TAKABUR

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji

Sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah ; Riya dan Ujub.

Riya : adalah bagian dari perbuatan syirik mensekutukan Allah, sementara Ujub (Al-'Alamah As-Safarini menyebutkan perbedaan yang mendetail antara ujub dan takabur, bagi yang berkeinginan lihat bukunya Ghadza ' Al-Albab 2/222) : adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur. [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]

Banyak nash-nash yang mencela kedua sikap ini antara lain.

...baca selengkapnya >>



Share

SEUNTAI KATA TENTANG CINTA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Abu Zubair Hawaary

Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.

Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.

Apa yang engkau lihat pada orang lain engkau dapatkan pada dirimu. Mereka pun memberikan kepadamu cinta dan kasih sayang.

Engkau yang melukis jalan yang akan dilalui  mereka dalam  bersikap kepadamu. Jika engkau bersikap baik kepada mereka dan mencintai mereka, niscaya mereka mencintaimu.

Kalau engkau memberikan faedah untuk mereka, mereka akan memberimu faedah.

...baca selengkapnya >>



Share