Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



APA ITU HIZBUT TAHRIR? DAN BAGAIMANA MEREKA?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :



Bismillah,
Hizbut Tahrir (untuk selanjutnya disebut HT, atau di Indonesia dengan sebutan HTI) telah memproklamirkan diri sebagai kelompok politik (parpol), bukan kelompok yang berdasarkan kerohanian semata, bukan lembaga ilmiah, bukan lembaga pendidikan (akademis) dan bukan pula lembaga sosial (Mengenal HT, hal. 1). Atas dasar itulah, maka seluruh aktivitas yang dilakukan HT bersifat politik, baik dalam mendidik dan membina umat, dalam aspek pergolakan pemikiran dan dalam perjuangan politik. (Mengenal HT, hal. 16)

...baca selengkapnya >>



Share

BOLEHKAH ADZAN JUM'AT DUA KALI?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Adzan jum’at dua kali memang ada dasarnya, yakni sebuah atsar Utsman bin Affan -radhiallohu anhu-. Berikut ini kami bawakan secara lengkap atsar tersebut, sebagaimana yang telah dibawakan oleh Syaikh al-Albani -rahimahullah- pada kitab al-Ajwibah an-Nafi’ah ‘an As`ilah Lajnah Masjid al-Jami’ah, hlm. 8-9.

HADITS ADZAN JUM’AT DUA KALI

Imam az-Zuhri -rahimahullah- berkata: as-Sa`ib bin Yazid mengabarkan kepadaku:

أَنَّ الأَذَانَ [ الَّذِيْ ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ ] كَانَ أَوَّلُهُ حِيْنَ يَجْلِسُ الإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ [ وَإِذَا قَامَتِ الصَّلاَةُ ] يَوْمَ الْجُمُعَةِ [ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ ] فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ، فَلَمَّا كَانَ خِلاَفَةُ عُثْمَانَ وَكَثُرَ النَّاسُ [ وَتَبَاعَدَتِ الْمَنَازِلُ ] أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الْجُمُعَة بِالأَذَانِ الثَّالِثِ ( وَ فِيْ رِوَايَةٍ: الأَوَّلِ، وَ فِي أُخْرَى: بِأَذَانٍ ثَانٍ ) [ عَلَى دَارٍ [ لَهُ ] فِي السُّوْقِ يُقَالُ لَهَا الزَّوْرَاءُ ] فَأُذِّنَ عَلَى الزَّوْرَاءِ [ قَبْلَ خُرُوْجِهِ لِيُعْلِمَ النَّاسَ أَنَّ الْجُمُعَةَ قَدْ حَضَرَتْ ]، فَثَبَتَ الأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ، [ فَلَمْ يَعِبِ النَّاسُ ذَلِكَ عَلَيْهِ، وَقَدْ عَابُوْا عَلَيْهِ حِيْنَ أَتَمَّ الصَّلاَةَ بِمِنَى

...baca selengkapnya >>



Share

BOLEHKAH USTADZ TAMPIL DI LAYAR TV?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz




Oleh : Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Muqaddimah
Pada zaman sekarang, banyak sekali sarana modern yang menawarkan kemudahan dalam hal berdakwah. Mulai dari media tulis seperti maja­lah, koran, bulletin, internet[1] media suara (audio) seperti radio, kaset, handphone; bahkan media layar (audiovisual) seperti, TV, Video, VCD, dan sebagainya. Semua sarana ini sangat efektif dalam penyebaran dakwah, sehingga—alhamdulillah ­akhir-akhir ini perkembangan dakwah salafiyyah di bumi pertiwi ini semakin marak.

...baca selengkapnya >>



Share

MADZHAB AHLUS SUNHAH TIDAK IDENTIK DENGAN ASY'ARIYAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Seakan telah terijadi konsensus tak tertulis, bahwa setiap pengikut madzhab imam empat diberbagai belahan dunia selalu beraqidah Asy'ariyah,.Syafi'l fiqihnya, Asy'ari aqidahnya. Hanafi fiqihnya, Asy'ari aqidahnya. MaLiki fiqihnya, Asy'ari aqidahnya. Hambali fiqihnya, Asy'ari aqidahnya. Timbul pertanyaan benarkah imam-imam tersebut beraqidah Asy'ariyah?

Sungguh sangat ironis asumsi seperti ini. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Padahal Imam Ahmad bin Hanbal yang merupakan imam termuda di antara keempat imam tersebut dan dikagumi oleh Imam Abu Al Hasan-Al Asy'ari, tidak pernah berjumpa dengan Abu Al Hasan. Imam Ahmad lahir pada tahun 164 H dan wafat tahun 241. Adapun Abul Hasan lahir pada tahun 260 H (bahkan ada yang mengatakan tahun 270 H) dan wafat tahun 124 M. Jadi, Imam Ahmad lebih dahulu daripada Abul Hasan. Sehingga layak dipertanyakan, bagaimana mungkin Imam Ahmad mengikutl madzhab Abu AI Hasan dan menjadi Asy'ari?

...baca selengkapnya >>



Share

HADITS MAN SANNA FII ISLAM SUNNATAN HASANATAN...

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullah di tanya :
"Bagaimana jawaban anda terhadap sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ . ومَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

"Man Sanna Fi Islam Sunnatan Hasanatan Fa Lahu Ajruha Wa Ajru Man ‘Amila Biha..dst dst"

artinya :
"Siapa yang memulai membuat contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu ..".

"Sanna" di sini artinya : membuat atau mengadakan.

...baca selengkapnya >>



Share

BAHAGIA DENGAN HUSNUL KHATIMAH, SENGSARA DENGAN SU’UL KHATIMAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Khalid bin 'Abdurrahman asy Syayi'

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمِ رواه البخاري وغَيْرُهُ.

"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya". [HR Bukhari dan selainnya]

...baca selengkapnya >>



Share

TIDAK MELAMPAUI BATAS DALAM BERDO'A

1
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. 'Ashim bin Musthofa:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".[QS. Al-A'râf/7:55]

PENJELASAN AYAT [1]
Perintah Untuk Berdoa
Seorang muslim membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta'ala setiap saat. Penghambaan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala mutlak harus dikerjakan. Berdoa merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh seorang hamba untuk membuktikan kebutuhannya kepada Allah, dan sebagai bukti ketundukan dirinya kepada Rabbul-'Alamiin (Dzat Yang Maha Menguasai alam semesta).

...baca selengkapnya >>



Share