Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



Showing posts with label Manhaj. Show all posts
Showing posts with label Manhaj. Show all posts

MENGAPA KYAI 'ASWAJA' NU BEGITU TAKUT DENGAN WAHABI?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh : Muhammad Karyono

Dinamika dakwah Islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan fenomena pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh. Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai aswaja, di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapatkan koreksi dari kalangan salafi.

Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term kaum tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam akidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal mazhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha. Maka tak heran, berkembangnya dakwah salafi dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja NU yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat ‘santri’.

...baca selengkapnya >>



Share

MENYOAL KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Oleh : Ust. Abu Asma Andre

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ   
 يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً
أما بعد: فإن أصدق الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

BIDAYATUL HIDAYAH  Kitab ini ditulis oleh Al Imam Al Ghazali rahimahullah, didalamnya berisi 3 pasal :

...baca selengkapnya >>



Share

INILAH NEO MU'TAZILAH DAN FAHAM INKAR SUNNAH DI INDONESIA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Prof. Dr Harun Nasution, Neo Mu’tazilah dan Paham Inkar Sunnah di Indonesia 
(Perusak Aqidah Umat dan IAIN)

Oleh : Ust. Zaenal Abidin Syamsudin, Lc

Dia termasuk tokoh kaum Rasionalis di Indonesia dan pencetus gagasan sekuler di lembaga IAIN.

Sejak diangkat menjadi Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, langsung berkonsentrasi menanamkan benih pemikiran Mu’tazilah di tengah mahasiswa karena ia sangat kagum dan memuja pemikiran Mu’tazilah, maka dalam waktu sekejab kampus IAIN berubah menjadi :
 ladang subur bagi penyebaran benih pemikiran MU'TAZILAH yang SESAT.

Bahkan beliau menganggap bahwa kemunduran umat islam akibat sikap pasif dan enggan mempelajari pemikiran Mu’tazilah, karena kemajuan peradaban Islam abad pertengahan dianggap sebagai hasil metode rasional yang dikembangkan kelompok tersebut.

...baca selengkapnya >>



Share

MUNGKINKAH SALAFY IKUT PEMILU DAN BERPARLEMEN ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Abu Al-Jauzaa'

Bismillah,
Persoalan ikut Pemilu dan berparlemen telah dibicarakan para ulama. Ada yang mengharamkannya secara mutlak seperti mayoritas ulama Yaman, ada juga yang memperbolehkannya pada kondisi tertentu sebagaimana masyhur ternukil di beberapa ulama Saudi. Saya tidak akan menyinggung pendapat yang mengharamkannya, karena itu bukan inti dari maksud ditulisnya artikel ini, tapi lebih fokus pada pendapat yang kedua. Saya ambilkan fatwa dari orang yang kita tidak berselisih tentangnya : Asy-Syaikh Muhammad bin Shaalih Al-'Utsaimiin rahimahullah.

Beliau pernah ditanya tentang Pemilu di Kuwait dimana telah diketahui/terbukti bahwa mayoritas orang yang mengikuti Pemilu itu adalah kaum muslimin dan para aktifis dakwah yang kemudian terfitnah agamanya (ما حكم الانتخابات الموجودة في الكويت , علماً بأن أغلب من دخلها من الإسلاميين ورجال الدعوة فتنوا في دينهم).

Maka jawab beliau (saya kutip kalimat intinya) :

...baca selengkapnya >>



Share

SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh :  Qomar ZA, Lc

Pemikiran dan buku tokoh-tokoh mereka, semacam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Said Hawwa, Fathi Yakan, Yusuf Al-Qardhawi, At-Turabi tersebar luas dengan berbagai bahasa, sehingga sempat mewarnai gerakan-gerakan dakwah di berbagai negara.

Ikhwanul Muslimin, gerakan ini tidak bisa lepas dari sosok pendirinya, Hasan Al-Banna. Dialah gerakan Ikhwanul Muslimin dan Ikhwanul Muslimin adalah dia. Karismanya benar-benar tertanam di hati pengikut dan simpatisannya, yang kemudian senantiasa mengabadikan gagasan dan pemikiran Al-Banna di medan dakwah sepeninggalnya.
Untuk mengetahui lebih dekat hakikat gerakan ini, mari kita simak sejarah singkat Hasan Al-Banna dan berdirinya gerakan Ikhwanul Muslimin.

...baca selengkapnya >>



Share

MUTIARA SALAF

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bukti Cinta Kepada Allah ‘Azza wa Jalla

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, ‘Telah berdusta orang yang mengaku mencintai-Ku, namun ketika gelapnya malam menyelimutinya dia justru terlelap dari (beribadah) kepada-Ku. Bukankah setiap pecinta menyukai menyepi berdua dengan kekasihnya? Inilah Aku, mendatangi para pecinta-Ku dengan serta-merta mengawasinya. Sesungguhnya mereka pun telah berdiri di hadapan-Ku dengan menggambarkan-Ku berada di depan mata mereka. Mereka berbicara kepada-Ku dalam keadaan (membayangkan) tengah menyaksikan-Ku dengan mata kepala mereka, mereka berbincang-bincang dengan-Ku dalam keadaan hadir menghadap. Esok Aku akan menyejukkan mata-mata mereka itu di dalam surga-surga-Ku’.”

...baca selengkapnya >>



Share

SYUBHAT SEKITAR AYAT HUKUM AL MAIDAH : 44 YANG DIPAKAI OLEH MEREKA YANG MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :





وَمَن لَّـمْ يَحْكُم بـِمَا أَنزَلَ اللهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (QS. al-Maidah [5]: 44)


Oleh : Ust. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah خفظه الله

MUQODDIMAH
Sesungguhnya “Masalah Berhukum dengan selain hukum Alloh عزّوجلّ” termasuk masalah-masalah ilmiah yang sangat penting, banyak yang menulis masalah ini dalam risalah-risalah dan kitab-kitab, pada umumnya mereka sekedar membela pemikiran-pemikiran orang sebelumnya, atau sekedar dukungan terhadap semangat yang melampaui batas. Masalah yang sangat berbahaya seperti ini sangat dibutuhkan penulisan pembahasan tentangnya dengan ikhlas, obyektif, dan sistematis sesuai dengan manhaj Salaful Ummah di dalam memahami nash-nash al-Qur’an dan Sunnah.” [1]

Kesalahan dalam memahami masalah ini sangat berbahaya, menjerumuskan para pemuda umat Islam sejak dulu hingga sekarang dalam fitnah yang besar dari fitnah takfir (mengkafirkan kaum muslimin) hingga fitnah tafjir (peledakan bom dll) yang begitu marak akhir-akhir ini.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan disebarluaskannya tulisan-tulisan yang banyak yang mengandung syubhat-syubhat takfir di dunia Islam tidak terkecuali di negeri kita ini.

Untuk itulah maka dalam pembahasan kali ini kami hendak mengetengahkan kepada pembaca jawaban-jawaban terhadap sebagian syubhat-syubhat tersebut dengan banyak menukil dari kitab Burhamil Munir fi Dahdhi Sybuhati Ahli Takfir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ris ar-Ris yang kami ambil dari website beliau www.islamancient.net.

...baca selengkapnya >>



Share

METODE SALAF DALAM MENERIMA ILMU

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Syaikh Abdul Adhim Badawi

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا


"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" [QS. Al-Ahzab : 36]

Dari fenomena yang tampak pada saat ini, (kita menyaksikan) khutbah-khutbah, nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran banyak sekali, melebihi pada zaman para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tabi'in (orang-orang yang berguru kepada para sahabat) serta tabiut tabiin (orang-orang yang berguru kepada tabi'in). Namun bersamaan itu pula, amal perbuatan sedikit. Sering kali kita mendengarkan (perintah Allah dan RasulNya) namun, sering juga kita tidak melihat ketaatan, dan sering kali kita mengetahuinya, namun seringkali juga kita tidak mengamalkan.

...baca selengkapnya >>



Share

HAKEKAT DEMONSTRASI TERHADAP PENGUASA MUSLIM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Yahya Al-Bura’i hafizhahullah

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah rabbil alamin, wa shollallahu ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wasallam. Wa asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Amma ba’du:

Termasuk yang baru muncul pada masa ini perkara yang disebut oleh para pelakunya dengan nama demonstrasi dan aksi mogok, baik untuk memprotes sebagian kebijakan penguasa atau sebagai bentuk pemberontakan untuk melengserkan penguasa dan menggantinya dengan yang lain. Ini semua HARAM TIDAK BOLEH.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Barangsiapa yang mengadakan perkara baru dalam urusan kami yang bukan berasal darinya maka dia tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Dan dalam lafadz Muslim (yang artinya): “Barangsiapa yang melakukan satu perbuatan yang tidak ada perintah kami, maka dia tertolak.” Dan demonstrasi-demonstrasi ini -dan perkara baru lainnya- adalah bid’ah dan kesesatan yang tidak berdasar nash syar’i, tidak dibangun di atas petunjuk salaf ummat islam. Bahkan itu merupakan metode sekte sesat khawarij dan mu’tazilah.

...baca selengkapnya >>



Share

SELEBARAN FATWA POLITIK

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Redaksi Majalah Al-Furqon

Telah beredar sebuah selebaran berjudul ‘Fatwa Politik” yang berisi fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Selebaran fatwa enam halaman itu diterjemahkan oleh Normal Sho’iman dari buku “Fatawa wa Kalimaat fi Hukmi Al-Musyarakah bi Al-Barlamanaat” karya DR Abdur Razzaq [1] bin Khalifah Asy-Syaayiji. Inti dan maksud selebaran tersebut adalah untuk mencuatkan opini bahwa kedua syaikh tersebut membolehkan masuk parlemen. Hal itu membuat banyak diantara saudara kami bertanya-tanya dan mengharapkan tanggapan kami mengenai selabaran tersebut.

Maka dengan memohon pertolongan kepada Allah, kami penuhi harapan mereka walau secara ringkas. Semoga menjadi jelas bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran.

...baca selengkapnya >>



Share

LAU KAANA KHAYRAN LASABAQUUNA ILAIHI

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Allah ta'ala berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu...".[QS. Al baqarah : 143].

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, Sisi pengambilan dalil dari ayat ini ialah Allah ta'ala mengabarkan kepada kita bahwa Allah ta'ala telah menjadikan para shahabat sebagai umat yang pertengahan, yaitu umat pilihan yang adil.
Inilah hakikat pertengahan. Mereka adalah umat pertengahan dalam ucapan, perbuatan, kehendak, serta niat mereka.

...baca selengkapnya >>



Share

GIGITLAH SUNNAH INI DENGAN GIGI GERAHAM MU

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemerintahan Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.” HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al jami’ no. 2549

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha, yang artinya : “Barangsiapa menghormati ahlul bid’ah maka sungguh ia telah membantu untuk meruntuhkan Islam.”

[Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam Al-Muntaqa An-Nafis,hal. 37, “Hadits ini hasan Insya’ Allah.”]

...baca selengkapnya >>



Share

ANTARA ZUHUD SUNNI DAN ZUHUD SUFI

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Antara Zuhud yang Nyunnah dan Zuhud yang Bid'ah

Oleh : Ust. Muslim Al Atsari

Bismillah,
Pernahkah Anda merasakan kesedihan ditinggal mati oleh orang yang Anda kasihi di dunia ini? Atau pernahkah Anda kehilangan harta melimpah yang pernah Anda miliki? Itu semua menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Dunia ini bukanlah hunian abadi bagi manusia. Kehidupan hakiki adalah kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, selayaknya orang yang berakal, lebih mengutamakan kenikmatan yang kekal daripada kehidupan fana ini. Bagaimana caranya? Agama Islam mengajarkan dengan zuhud di dunia. Sahl bin Sa’d As-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan. Jika aku mengamalkannya, niscaya Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku!” Rasulullah bersabda: “Zuhudlah di dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada tangan-tangan manusia, niscaya mereka akan mencintaimu!’.[1]

...baca selengkapnya >>



Share

AKTIFIS PENGAJIAN IDENTIK DENGAN TERORIS ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Abu Mushlih Ari Wahyudi

Bismillah,
Apabila kita cermati munculnya fenomena aliran dan pemahaman yang menyimpang di kalangan umat Islam -seperti halnya kasus yang sedang banyak dibicarakan yaitu tentang terorisme berkedok jihad- boleh jadi akan banyak orang yang merasa heran bercampur kebingungan. Bagaimana bisa orang yang dikenal rajin beribadah, aktif mengikuti kegiatan keagamaan, dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam berislam ikut terseret dalam pemahaman yang sesat?

Jawabannya tentu tidak sulit. Sebab bagaimana pun juga semangat keberagamaan yang tidak dilandasi dengan ilmu yang benar tidaklah mencukupi. Bahkan hal itu bisa membahayakan diri sendiri serta orang lain. Oleh sebab itu, sebagian ulama salaf memperingatkan, “Barang siapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka apa yang dirusaknya lebih banyak daripada yang diperbaiki.”

...baca selengkapnya >>



Share

SEKALI LAGI TENTANG TAKFIR (MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM)

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :





Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Bismillah,
Takfir, satu perkara yang sangat mendasar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk tidak mudah menuduh kafir kepada saudaranya. Sebab, bila tuduhan kafir tersebut tidak benar, maka akan berbalik kepada yang menuduh. Berikut, kami sampaikan pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin tentang takfir.

Semoga dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita terhadap urgensi takfir. Disadur dari dua kitab Beliau rahimahullah, yaitu : Kitab Al Al Qaul Al Mufid ‘Ala Kitab At Tauhid dan Syarh Kasyfu Asy Syubuhat (Wa Yalihi Syarh Al Ushul As Sittah).

...baca selengkapnya >>



Share

INILAH DIANTARA DALIL MEREKA YG MEMBOLEHKAN ISTIHSAN UNTUK DIJADIKAN AMALAN BID'AH DALAM BERAGAMA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Imam Syafi'i rahimahullah berkata dalam kitabnya yang masyhur, "Ar Risalah" (hal 507):
"Sesungguhnya istihsan (anggapan baik dengan akal) adalah menuruti selera hawa nafsu"

Dan dalam kitabnya "Al Umm" (VII/193-304) terdapat pasal yang indah yang berjudul : "Pembatalan Menganggap baik menurut Akal (istihsan)"

Namun demikian sebagian kaum muslimin, menerapkan suatu kaidah bolehnya ber Istihsan berdasarkan apa yang mereka anggap sebagai hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam .

Sebagian besar ahlul bid'ah (bukan pelaku bid'ah biasa), ketika dinasehati agar bertaubat dari kebid'ahannya, mereka berdalih dengan (hadits ?) ini :

 فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ

"Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin , maka dia baik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang mereka pandang kejelekan maka dia adalah kejelekan di sisi Allah Subahanhu wa Ta’ala "

...baca selengkapnya >>



Share

SEMUA MENGAKU AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, SIAPA MEREKA SESUNGGUHNYA ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Dewasa ini marak pengakuan dari berbagai pihak yang mengklaim dirinya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sehingga menyebabkan adanya kerancuan dan kebingungan dalam persepsi banyak orang tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu ?

Jawab :
Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allah sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu.

...baca selengkapnya >>



Share

MENITI JALAN MERAIH KECINTAAN ALLAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Sebuah catatan singkat dari Istiqlal

Oleh  : Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad.

Bismillah,
Berikut ini adalah ringkasan dari materi ilmu yang dibawakan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad al Badr, yang dalam kajian muhadhoroh beliau kemarin, diterjemahkan oleh Ust. Abdullah Taslim.

Bagi yang ingin mendownload rekaman kajiannya lengkap dalam bentuk audio MP3, dapat mendownloadnya Klik Disini

Berikut adalah poin-poin dalam kajian syaikh hafizhahullah tersebut :

1.  Memberikan perhatian yg serius terhadap Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya.
"Apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran? Sekiranya Al Quran itu tidak datang dari sisi Allah, maka tentulah mereka temukan banyak pertentangan di dalamnya."

2.  Mengenal asma2 Allah yang husna (baik) dan shifatnya yang tinggi/mulia.
Dan Allah memiliki nama2 yang indah, maka berdoalah dengan nama2 itu.
Orang yang paling mengenal Allah, maka dialah yang paling besar rasa takutnya pada Allah, dan paling jauh dr perbuatan maksiat.
"Sesungguhnya orang2 yang takut kepada Allah itu hanyalah orang2 yang berilmu."

3. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan banyak berdoa padaNya, dan bersungguh2 meminta pada Nya.

...baca selengkapnya >>



Share

APAKAH PERKATAAN SHAHABAT DAPAT DIJADIKAN HUJJAH ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Beliau rahimahullah ditanya : Di antara dasar-dasar yang dijadikan rujukan oleh penuntut ilmu adalah ucapan-ucapan para shahabat radhiallahu ‘anhum. Apakah ucapan para shahabat radhiallahu ‘anhum dapat dijadikan hujjah (dalil) yang dapat diamalkan?

Jawaban :
Tidak diragukan lagi, ucapan seorang shahabat lebih dekat kepada al-haq (kebenaran) dibandingkan ucapan yang lainnya. Ucapan seorang shahabat radhiallahu ‘anhum merupakan hujjah (bisa dijadikan hujjah) dengan dua syarat :
1. Tidak menyelisihi nash Al Qur-an As Sunnah.
2. Tidak menyelisihi ucapan shahabat lainnya.

Jika ucapan shahabat tersebut menyelisihi Al Qur-an dan As Sunnah, maka hujjah yang benar terdapat dalam Al Qur-an dan As Sunnah dan ucapannya termasuk kekeliruan yang akan diampuni.

...baca selengkapnya >>



Share

RENUNGAN BAGI IKHWAN SALAFIY

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Fadlilatusy-Syaikh Yusuf Al-Ghafiis hafidhahullah.
(Anggota Haiah Kibaaril-‘Ulamaa Saudi ‘Arabia)

Beliau berkata saat menjelaskan perkataan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitab Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah :

ولهذا سموا أهل الكتاب والسنة، وسموا أهل الجماعة، لأن الجماعة هي الإجماع، وضدها الفرقة وإن كان لفظ الجماعة قد صار اسماً لنفس القوم المجتمعين

“Maka dari itu, mereka dinamai Ahlul-Kitab was-Sunnah, Ahlul-Jama’ah; dikarenakan jama’ah itu adalah persatuan yang berlawanan dengan perpecahan/perselisihan”.

“…. Apa yang kami maksudkan dalam perkataan ini bahwasannya ada sebagian ikhwah yang mempunyai semangat untuk menetapi/berpegang-teguh kepada madzhab salafiy dan menjauhi bid’ah; telah mempersempit madzhab salaf ini hingga mengkonsekuensikan banyak kalangan Ahlus-Sunnah tidak bisa masuk dalam cakupannya.

Oleh karena itu engkau akan mendapati sebagian di antara mereka memasukkan permasalahan furu’iyyah dalam madzhab salaf[1]. 

...baca selengkapnya >>



Share