Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts

TANYA JAWAB TENTANG TAUHID

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




A : "Pak dosen, bisa tolong jelaskan ke ana apa makna dari kalimat 'Laa ilaaha illallah'?"

B : "Baiklah, akan ana jelaskan, dengarkan baik2...
Kalimat Laa ilaaha illallah mempunyai 2 makna, yaitu:
1. Tidak ada Tuhan selain Allah.
2. Tidak ada tuhan (“t” kecil) selain Tuhan (“t” besar)."

A : "Tidak ada tuhan selain Allah? Apa arti dari kata 'Tuhan' pada kalimat tersebut, pak dosen?"

B : "Tuhan artinya Sang Pencipta, Pemberi rizki, dan Pengatur alam semesta."

...baca selengkapnya >>



Share

BENARKAH NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM TIDAK MENGKHAWATIRKAN UMATNYA UNTUK BERBUAT SYIRIK?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Sebagian saudara kita ada yang berpendapat: “Nabi tidaklah mengkhawatirkan kesyirikan bagi kaum muslimin”.
Maka konsekuensi dari ucapan ini adalah:  “Untuk apa terlalu dalam mengkaji permasalahan tauhid, toh yang paling dikhawatirkan Nabi terjadi pada umatnya bukanlah kesyirikan”.

Pendapat semacam ini juga dikemukakan oleh Habib Munzir al-Musawa dalam bukunya ‘MENITI KESEMPURNAAN IMAN’ (buku yang ditulis untuk menyanggah tulisan Syaikh Bin Baz). Silakan lihat halaman 89 dan 130.

...baca selengkapnya >>



Share

MENGENAL ALLAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi

Tak kenal maka tak sayang, demikian bunyi pepatah. Banyak orang mengaku mengenal Allah, tapi mereka tidak cinta kepada Allah. Buktinya, mereka banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Sebabnya, ternyata mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya.

Sekilas, membahas persoalan bagaimana mengenal Allah bukan sesuatu yang asing. Bahkan mungkin ada yang mengatakan untuk apa hal yang demikian itu dibahas? Bukankah kita semua telah mengetahui dan mengenal pencipta kita? Bukankah kita telah mengakui itu semua?

...baca selengkapnya >>



Share

SEMIR RAMBUT SELAIN WARNA HITAM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh: Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri

Apakah menyemir rambut yang beruban dengan selain warna hitam itu sunnah yang dianjurkan ataukah hanya sekedar boleh?

Jawab :
Ya, hukumnya sunnah yang dianjurkan karena Rasulullah Ssallallahu `alaihi wa sallam melihat jenggot ayah Abu Bakar sudah memutih, maka beliau mengatakan:

«غيروا هذا بشيء واجتنبوا السواد»

...baca selengkapnya >>



Share

KITAB-KITAB YANG ADA PADA AHLI KITAB

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Tim Ahli Tauhid

Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka namakan sebagai kitab Taurat dan Injil dapat dipastikan bahwa ia termasuk hal-hal yang tidak benar penisbatannya kepada para Nabi Allah. Maka tidak bisa dikatakan bahwa Taurat yang ada sekarang adalah Taurat yang dahulu diturunkan kepada Nabi Musa Alaihis Salam. Juga Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa 'Alaihis Salam. Jadi keduanya bukanlah kedua kitab yang kita diperintahkan untuk mengimaninya secara rinci. Dan tidak benar mengimani sesuatu yang ada dalam keduanya sebagai kalam Allah, kecuali yang ada dalam Al-Qur'an lalu dinisbatkan kepada keduanya.

...baca selengkapnya >>



Share

HATI-HATI DARI SIKAP BERLEBIHAN PADA ORANG SHALIH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Buletin Islam Al Ilmu Edisi 12/XII/1424

Salah satu prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah memberikan sikap loyalitas (cinta) kepada siapa saja yang dicintai oleh Allah Ta’ala. Dan orang-orang shalih termasuk suatu tho’ifah (golongan) terbaik dari umat Islam, sehingga mereka mendapatkan kecintaan, pujian dan nikmat dari Allah Ta’ala karena telah berhasil meniti shirathal mustaqim (jalan yang lurus).

Allah Ta’ala berfirman :

فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا


“Maka mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang Allah anugerahi nikmat atas mereka, dari kalangan para Nabi, shiddiqin (orang-orang yang benar keimanannya), syuhada’, dan orang-orang shalih, dan mereka itu adalah sebaik-baik teman”. (QS. An Nisa’ : 69)

Maka mereka termasuk orang-orang yang berhak mendapatkan wala’ (loyalitas) dari kaum muslimin. Namun yang wajib diketahui, bahwa sikap wala’ yang akan mendapatkan ridha Allah Ta’ala dan balasan di sisi-Nya, bukan wala’ (kecintaan) yang dilandasi dengan hawa nafsu, akan tetapi suatu kecintaan yang dilandasi Al Qur’an dan As Sunnah.

...baca selengkapnya >>



Share

3 DOSA YANG PALING BESAR DISISI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : ,




3 (Tiga) Dosa yang Paling Besar Di Sisi Allah Subhanahu Wata’ala

Pada suatu hari, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk bermajelis bersama para shahabatnya dan memberikan pelajaran kepada mereka. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengatakan:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟

“Perhatikanlah (wahai para shahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun menerangkan:

الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ أَوْ قَوْلُ الزُّوْرِ.

“(Dosa-dosa yang paling besar itu adalah) syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan persaksian palsu (perkataan dusta).” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu )

Itulah sepenggal kisah bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membimbing dan mengajarkan ilmu agama ini kepada para shahabatnya. Beliau adalah seorang yang sangat bersemangat dalam mengajarkan segala permasalahan agama ini kepada umatnya.

Beliau mengajarkan kebaikan agar umatnya melakukan kebaikan tersebut. Dan beliau juga menerangkan beberapa bentuk kejelekan agar umatnya menjauhi kejelekan tersebut.

Dalam hadits tersebut, secara khusus Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan sekaligus memperingatkan beberapa bentuk perbuatan dosa yang paling besar. Betapa pentingnya peringatan tersebut sampai-sampai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya tiga kali. Perbuatan-perbuatan itu adalah:

1. Syirik kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Para pembaca yang dimuliakan Allah ‘Azza wa Jalla, Allah ‘Azza wa Jalla adalah Dzat yang Maha Tunggal, Dialah satu-satunya yang menciptakan alam semesta ini, Dialah satu-satunya Dzat yang memberi rizki kepada seluruh makhluk-Nya, dan Dialah satu-satunya yang mengatur alam semesta ini. Maka dari itulah, Allah ‘Azza wa Jalla adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, ditujukan kepada-Nya segala macam permintaan dan do’a, dimintai rizki, dimintai pertolongan dan perlindungan.

Sangatlah tidak pantas jika seorang hamba beribadah kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla, memohon dan meminta kepada makhluk dengan permintaan yang tidak mungkin bisa dipenuhi kecuali oleh Allah ‘Azza wa Jalla saja, seperti rizki, keselamatan, atau menyandarkan nasib hidupnya kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla.

...baca selengkapnya >>



Share

MERAIH KUNCI AMPUNAN

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Abu Mushlih Arie Wahyudi

Ampunan Allah, sesuatu yang amat diharapkan. Tak seorangpun melainkan mengharapkannya. Entah dia seorang ahli ilmu, ahli ibadah, apalagi ahli maksiat.

Terlebih lagi bagi orang-orang yang berusaha untuk menempuh jalan kembali kepada Allah dengan taubat. Banyak rintangan dan hambatan yang harus ditemui. Sehingga hal itu menyebabkan seorang hamba harus waspada, karena tatkala dia telah merasa taubatnya diterima, kemudian -pada akhirnya- perasaan itu justru menyeret dirinya terjerumus ke dalam lembah dosa yang lainnya, wal ‘iyadzu billah!

Ketahuilah saudaraku, bahwa tauhid yang bersih merupakan kunci untuk meraih ampunan. Namun, hal ini tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

...baca selengkapnya >>



Share

TATHAYYUR [meramal dengan melihat kepada Burung, Kupu-kupu dan Binatang Lain] TERMASUK SYIRIK

2
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




HUKUM TATHAYYUR

Firman Allah Ta'ala :

"Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui." (QS. Al A'raf : 131)

Mereka (para Rasul) berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".(QS. Yaasin : 19)

Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لا عدوى، ولا طيرة، ولا هامة، ولا صفرولا نوء، ولا غول

Tidak ada adwa, thiyarah, hamah dan shafar (HR. Bukhari dan Muslim). Dan dalam salah satu riwayat Muslim, disebutkan tambahan:….dan tidak ada nau' serta ghul."

1.  Adwa : penjangkitan atau penularan penyakit. (kecuali atas kehendak Allah)

2. Thiyarah : merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, atau binatang lainnya.[atau ada kukpu-kupu dll masuk ke dalam rumah, lalu ditafsiri bahwa akan kedatangan tamu]

3. Hamah : Burung Hantu. Orang-orang Jahiliyyah merasa bernasib sial apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah.

4. Shafar : Bulan kedua dalam tahun Hijriyyah. Orang-orang beranggapan bahwa bulan tersebut adalah bulan sial, bulan panas. Anak yang lahir bulan safar, harus di timbang dll

5. Nau' : Bintang. Karena sebab adanya bintang, maka terjadi ini dan itu.

6. Ghul : Hantu atau Gendoruwo, salah satu jenis setan.

...baca selengkapnya >>



Share

BARANG-BARANG PENOLAK BALA ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




بسم الله الرحمن الرحيم

Setiap orang menginginkan keselamatan di dunia, maupun di akhirat. Oleh karena itu, masing-masing orang mencari sebab untuk mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan bagi dirinya. Hanya saja tak semua orang mengetahui sebab yang baik dan diizinkan oleh Allah -Azza wa Jalla-. Bahkan banyak diantara mereka sembarangan dan sembrono dalam mencari sebab, sehingga ada sebagian orang jahil yang mengambil sesuatu yang bukan sebab keselamatan dan kebahagiaan baginya.

Realita seperti ini banyak kita temukan di lapangan kehidupan. Lihatlah sebagian orang menggunakan "batu bertuah", "keris sakti", "Sabuk Bertuah", "Permata Pelaris Dagangan", "Rompi Penarik Hati", "Kopiah Penolak Bala", "Permata Pelaris Bisnis", "Tanduk Kucing Penyebab Kekebalan", "Tanduk Babi", "Rotan Pembawa Rejeki", dan lainnya. Semua barang-barang ini diyakini oleh sebagian orang jahil sebagian penyebab tertolaknya bala’ (petaka), dan penyebab datangnya kebahagiaan berupa rejeki, kesehatan, jodoh, dan lainnya. Ini adalah keyakinan jahiliah yang telah dihapus oleh Allah dengan kedatangan Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- membawa Islam yang menghapus segala bentuk paganisme, dan penyembahan kepada selain Allah beserta sebab-sebabnya. [Lihat Al-Qoul As-Sadid (hal. 46)]

...baca selengkapnya >>



Share

YANG MEMBATALKAN DAN MENGURANGI KESEMPURNAAN ISLAM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,



Oleh : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Hal-Hal Yang Membatalkan Islam
Dalam agama Islam ada hal-hal yang dapat membatalkan keislaman seseorang apabila ia mengerjakannya. Ia juga berarti melakukan perbuatan syirik yang menghilangkan pahala amal dan akan kekal di Neraka. Allah tidak akan mengampuni dosanya kecuali ia bertaubat. Hal-hal tersebut adalah.

[1]. Berdo’a dan meminta kepada selain Allah, seperti kepada para nabi dan wali-wali yang sudah wafat, atau kepada mahluk hidup yang ghaib. Firman Allah.

“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) dapat memberi madharat kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik)” [Yunus : 106]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Barangsiapa mati dalam keadaan menyembah seorang sekutu, selain Allah, niscaya masuk neraka” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

[2]. Merasa kesal hatinya dengan tauhid dan enggan berdo’a kepada Allah serta meminta pertolongan kepada para rasul atau wali-wali yang sudah wafat, atau kepada makhluk hidup yang ghaib. Firman Allah tentang kaum Musyrikin.

“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut,kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati” [Az-Zumar : 45]

...baca selengkapnya >>



Share

HAKEKAT KAROMAH WALI ALLAH DAN WALI SYETAN

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : ,




Oleh : Buletin Islam Al Ilmu Edisi 13/II/1425

Definisi Karomah
Diantara keyakinan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah meyakini adanya Karomah dan ia datang dari sisi Allah Ta’ala. Tahukah, apa yang dimaksud dengan Karomah?
Karamah adalah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Dan termasuk dari prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya Karomah para wali dan apa-apa yang Allah perbuat dari keluarbiasaan melalui tangan-tangan mereka baik yang berkaitan dengan ilmu, mukasyafat (mengetahui hal-hal yang tersembunyi), bermacam-macam keluarbiasaan (kemampuan) atau pengaruh-pengaruh.” (Syarah Aqidah Al Wasithiyah hal.207).

Karomah ini tetap ada sampai akhir zaman dan terjadi pada umat ini lebih banyak daripada umat-umat sebelumnya, yang demikian itu menunjukan keridhoan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya dan sebagai pertolongan baginya dalam urusan dunianya atau agamanya. Namun bukan berarti Allah Ta’ala benci terhadap orang-orang yang tidak nampak karomah padanya.

...baca selengkapnya >>



Share

WASPADAI SYIRIK DI SEKITAR KITA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : ,




Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Kalau ada seorang penceramah berkata di atas mimbar: “Sungguh perbuatan syirik dan pelanggaran tauhid sering terjadi dan banyak tersebar di masyarakat kita!”, mungkin orang-orang akan keheranan dan bertanya-tanya: “Benarkah itu sering terjadi? Mana buktinya?”.

Tapi kalau berita ini bersumber dari firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an, masihkah ada yang meragukan kebenarannya? Allah ‘Azza wa jalla berfirman:

{وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ}

“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)” (QS Yusuf:106).

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan arti ayat ini: “Kalau ditanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit? Siapakah yang menciptakan bumi? Siapakah yang menciptakan gunung? Maka mereka akan menjawab: “Allah (yang menciptakan semua itu)”, (tapi bersamaan dengan itu) mereka mempersekutukan Allah (dengan beribadah dan menyembah kepada selain-Nya)[1].

Semakna dengan ayat di atas Allah Ta’ala juga berfirman:

{وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ}

“Dan sebagian besar manusia tidak beriman (dengan iman yang benar) walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS Yusuf:103).

Artinya: Mayoritas manusia walaupun kamu sangat menginginkan dan bersunguh-sungguh untuk (menyampaikan) petunjuk (Allah), mereka tidak akan beriman kepada Allah (dengan iman yang benar), karena mereka memegang teguh (keyakinan) kafir (dan syirik) yang merupakan agama (warisan) nenek moyang mereka[2].

...baca selengkapnya >>



Share

HUKUM MENGATAKAN ALLAH ADA DI MANA-MANA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : ,



Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Dalam sebuah siaran radio ditampilakan kisah dengan menggunakan kata-kata:"Seorang anak bertanya tentang Allah kepada ayahnya, maka sang ayah menjawab: "Allah itu ada dimana-mana." Bagaimana pandangan hukum agama yterhadap jawaban yang menggunakan kalimat semacam ini?

Jawaban.
Jawaban ini batil, merupakan perkataan golongan bid'ah dari aliran Jahmiyah dan Mu'tazilah serta aliran lain yang sejaan dengan mereka. Jawaban yang benar adalah yang di-ikuti oleh Ahli Sunnah wal Jama'ah, yaitu Allah itu ada di langit diatas Arsy, diatas semua mahlukNya. Akan tetapi ilmuNya ada dimana-mana (meliputi segala sesuatu).Hal ini sebagaimana disebutkan didalam beberapa ayat Al Qur'an,hadits-hadits Nabi Shalallahu alaihi wa sallam ,ijma' dari pendahulu umat ini.Sebgaimana contoh adalah firman Allah:

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy [Surat Al A'raf:54]

...baca selengkapnya >>



Share

T A S Y R I '

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

Tasyri' adalah hak Allah Subhanahu wa Ta'ala . Yang dimaksud dengan tasyri' adalah apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk hambaNya berupa manhaj (jalan) yang harus mereka lalui dalam bidang aqidah, muamalat dan sebagainya. Termasuk di dalamnya masalah penghalalan dan pengharaman. Tidak seorang pun berwenang menghalalkan kecuali apa yang sudah dihalalkan Allah, juga tidak boleh mengharamkan kecuali apa yang sudah diharamkan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah." [An-Nahl : 11]

"Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal'. Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?" [Yunus : 59]

Allah telah melarang penghalalan dan pengharaman tanpa dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, dan Dia menyatakan bahwa hal itu adalah dusta atas nama Allah. Sebagaimana Dia telah memberitahukan bahwa siapa yang mewajibkan atau mengharamkan sesuatu tanpa dalil maka ia telah menjadikan dirinya sebagai sekutu Allah dalam hal tasyri'.

...baca selengkapnya >>



Share

HUKUM BERDO'A KEPADA PENGHUNI QUBUR

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , , ,



Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum berdo'a kepada ashabul qubur (orang yang sudah mati di dalam kubur) ?

Jawaban.
Do'a itu berbagi menjadi dua bagian :

Pertama
Do'a ibadah, contohnya shalat, shaum dan ibadah-ibadah yang lain. Jika seseorang shalat atau shaum maka dia telah berdo'a kepada Rabbnya dengan lisanul hal agar Dia mengampuninya, menyelamatkannya dari adzabNya dan memberinya balasan. Yang menunjukkan hal itu adalah firmanNya.

"Dan Tuhanmu berfirman : "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" [Al-Mukmin : 60]

...baca selengkapnya >>



Share

AZAS ISLAM ADALAH TAUHID DAN MENJAUHKAN SYIRIK

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,



Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Setiap muslim wajib mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan. Seorang muslim juga mesti mengetahui pengertian tauhid, makna syahadat, rukun syahadat dan syarat-syaratnya supaya ia benar-benar memahami tauhid.

Kalimat tauhid bagi kaum muslimin, khususnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah kalimat yang sudah tidak asing lagi, karena tauhid bagi mereka adalah suatu ibadah yang wajib dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dan yang pertama kali didakwahkan sebelum yang lainnya.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
“Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul (untuk menyeru) agar beribadah hanya kepada Allah saja (yaitu mentauhidkan-Nya) dan menjauhi thaghut…” [An-Nahl: 36]

Tauhid menurut bahasa (etimologi) diambil dari kata: æóÍøóÏó¡ íõæóÍöøÏõ¡ ÊóæúÍöíúÏðÇ artinya menjadikan sesuatu itu satu.

...baca selengkapnya >>



Share

Merealisasikan Kalimat Tauhid Tak Semudah Yang Dibayangkan

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,



Oleh : Abu Mushlih Ari Wahyudi
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
“…Merealisasikan la ilaha illallah adalah suatu hal yang sangat sulit. Oleh sebab itu sebagian salaf berkata: ‘Setiap maksiat merupakan bentuk lain dari kesyirikan’. Sebagian salaf juga mengatakan: ‘Tidaklah aku berjuang menundukkan jiwaku untuk menggapai sesuatu yang lebih berat daripada ikhlas’. Dan tidak ada yang bisa memahami hal ini selain seorang mukmin. Adapun selain mukmin, maka dia tidak akan berjuang menundukkan jiwanya demi menggapai keikhlasan.

...baca selengkapnya >>



Share

TAUHID RUBUBIYYAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,



Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tauhid Rububiyyah berarti mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik mencipta, memberi rizki menghidupkan dan mematikan serta bahwasanya Dia adalah Raja, Penguasa dan Yang mengatur segala sesuatu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
“ngatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]

Allah Azza wa Jalla berfirman:
“...Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabb-mu, kepunyaanNya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah, tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”[ Faathir: 13]

Orang musyrikin juga mengakui tentang sifat Rububiyyah Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan.’ Maka, mereka men-jawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?’ Maka, (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka, bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)" [Yunus: 31-32]

...baca selengkapnya >>



Share

TAUHID ULUHIYYAH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,



Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.

Sungguh Allah tidak akan ridha bila dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Bila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada Syirkun Akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya. [Lihat An-Nisaa: 48, 116] [1]

...baca selengkapnya >>



Share