
BOLEHKAH CURHAT ?
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Larangan
Bismillah,
Tanpa disadari sering sekarang kita dengar dengan istilah Curhat (Curahan Hati) yang intinya mengemukakan masalah-masalah pribadi kepada orang lain atau teman yang kita percayai. Masalah-masalah pribadi yang tercurhat tidak lain membuka aib sendiri dan keluarga sehingga tidak terlepas membicarakan orang pihak ketiga, baik teman, sahabat, suami, mertua, keluarga, tetangga yang akhirnya buah curhat berakhir ghibah yaitu mengunjing, membicarakan orang lain.
Mewaspadai Bahaya Ghibah
Ghibah atau membicarakan orang lain (bisa juga diistilahkan dengan ngerumpi) adalah aktivitas yang ‘mengasyikkan’. Tak sedikit orang, yang secara sadar atau tidak, terjatuh dalam perbuatan ini. Karena memang setan telah menghiasi perbuatan ini sehingga nampak indah dan menyenangkan. Tahukah anda bahwa Allah mengibaratkan ghibah dengan perbuatan memakan daging saudara kita yang telah mati?
...baca selengkapnya >>

BOLEHNYA KENCING BERDIRI
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Hadits
Bismillah,
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
اتَّقُوا اللَّاعِنَيْنِ قَالُوا وَمَا اللَّاعِنَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ ظِلِّهِمْ
“Takutlah kalian terhadap perihal dua orang yang terlaknat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah dua orang yang terlaknat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang buang air di jalanan manusia atau tempat berteduhnya mereka.” (HR. Abu Daud no. 25)
Dari Jabir radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-:
أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ
“Bahwa beliau melarang kencing pada air yang diam (tidak mengalir).” (HR. Muslim no. 281)
...baca selengkapnya >>

PENYAKIT DEMAM MENGHAPUSKAN DOSA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)
...baca selengkapnya >>

BOLEHKAH BERBICARA SAAT WUDHU ATAU MANDI ?
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Fiqh
Oleh : Ust. Abu Al-Jauzaa'
Diperbolehkan berbicara dan bercakap-cakap saat mandi dan wudlu. Ada beberapa hadits yang mendasari hal tersebut, antara lain :
1. Hadits Ummu Hani’ binti Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhaa :
عن أم هانىء بنت أبي طالب تقول: ذهبت إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم عام الفتح، فوجدته يغتسل، وفاطمة ابنته تستره، قالت: فسلمت عليه، فقال: (من هذه). فقلت: أنا أم هانىء بنت أبي طالب، فقال: (مرحبا بأم هانىء).
Dari Ummi Haani’ binti Abi Thaalib ia berkata : “Aku pergi menemui Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada satu hari waktu Fathu Makkah. Aku mendapati beliau sedang mandi sedangkan Fathimah – putri beliau – sedang menutupinya. Kemudian aku ucapkan salam kepada beliau. (Setelah menjawab salam), beliau bertanya : “Siapakah ini ?”. Aku menjawab : “Aku Ummu Haani’ binti Abu Thaalib. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda : “Selamat datang wahai Ummu Hani’” [HR. Al-Bukhari no. 357 dan Muslim no. 336].
...baca selengkapnya >>

APA DAN SIAPA AHLUS SUNNAH ?
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Manhaj
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah mengatakan:
“Demikianlah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan ahlul hadits. Mereka adalah pembela agama dan kitabullah serta para pembela sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan:
“As-Sunnah adalah jalan/metode yang ditempuh. Ia mencakup berpegang erat dengan apa yang dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para al-Khulafaur Rasyidin berada di atasnya, baik dalam masalah i’tiqad (keyakinan), amal perbuatan, maupun perkataan. Inilah (pengertian) As-Sunnah secara sempurna. Oleh sebab itu, dahulu generasi salaf tidaklah menggunakan istilah ‘As-Sunnah’ kecuali terhadap sesuatu yang mencakup (makna) itu secara keseluruhan.”
...baca selengkapnya >>

BATALKAH WUDHU JIKA MENYENTUH KEMALUAN ?
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Fiqh
Oleh : Ust. Abu Al-Jauzaa'
Terdapat empat pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini, yaitu :
1. Tidak membatalkan wudlu secara mutlak.
Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, salah satu pendapat dari Maalik, dan diriwayatkan dari sebagian shahabat [lihat Al-Badaa’i 1/30, Syarh Fathil-Qadiir 1/37, Al-Mudawwanah, 1/8-9, dan Al-Istidzkaar]. Dalil utama yang mereka pakai adalah hadits :
عن قيس بن طلق، عن أبيه، قال: قدمنا على نبي اللّه صلى الله عليه وسلم، فجاء رجل كأنه بَدَوِيٌّ فقال: يا نبي اللّه؛ ما ترى في مسِّ الرجل ذكره بعدما يتوضأ؟ فقال صلى الله عليه وسلم: "هل هو إلاّ مضغةٌ منه" أو قال: "بضعةٌ منه".
Dari Qais bin Thalq, dari bapaknya (Thalq bin ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu) ia berkata : “Kami pernah datang menemui Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu tibalah seorang laki-laki yang nampaknya ia dari kalangan ‘Arab gunung (baduwi). Ia bertanya : “Wahai Nabiyulllah, apa pendapatmu tentang seseorang yang menyentuh dzakarnya setelah ia berwudlu (apakah membatalkan atau tidak) ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Bukankah ia hanyalah bagian dari tubuhnya ?”; atau beliau menjawab : “Bagian dari tubuhnya” [HR. Abu Dawud no. 182; At-Tirmidzi no. 85; Ibnu Hibban no. 1119, 1121; Ibnu Abi Syaibah 1/165; dan yang lainnya].
...baca selengkapnya >>

PAHAMILAH KAIDAH DALAM BERIBADAH DAN MUAMALAH AGAR TIDAK SALAH LANGKAH
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Manhaj
Bismillahirrahmanirrahim.
Kaidah dalam beribadah
َالأَصْلُ فِى اْلعِبَادَةِ اَلتَّحْرِيْمُ وَالْبَطْلُ إِلاَّ مَا جَاءَ بِهِ الدَّ لِيْلِ عَلىَ اَوَامِرِهِ
"Hukum asal dalam beribadah adalah haram dan batal kecuali yang ada dalil yang memerintahkan"
Ada beberapa dalil , diantaranya adalah ayat Al Qur'an surah al Hujurat :1
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya[1] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Hujurat :1)
فاَ الأَصْلُ في الْعِبَادَتِ اْلبُطْلاَنُ حَتَّى يَقُوْمَ دَلِيْلٌ عَلىَ اْلأَمْرِ
"Hukum asal dari ibadah adalah batal, hingga tegak dalil (argument) yang memerintahkannya" ( Imam As Suyuthi, dalam al Asyba' wan Nadhoir: 44 dan Ibnu Qoyyim al Jauziyah dalam I'lamul Muwaqi'ien Juz 1 hal. 344, Dar al Fikr, Beirut))
...baca selengkapnya >>