Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



KEWAJIBAN MENGIKUTI CARA BERAGAMANYA PARA SHAHABAT

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

"Dan barangsiapa yang menentang/memusuhi Rasul sesudah nyata baginya al-hidayah (kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min, niscaya akan Kami palingkan (sesatkan) dia ke mana dia berpaling (tersesat) dan akan Kami masukkan dia ke dalam jahannam dan (jahannam) itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali".
[QS. An-Nisa' : 115]

...baca selengkapnya >>



Share

ADAKAH SUNNAH-SUNNAH DALAM MEMOTONG KUKU ?

1
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Memotong kuku juga bagian dari sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Yaitu kuku yang melebihi ujung jari, karena dapat menyimpan kotoran yang menjijikkan dibawahnya, dan bahkan bisa menghalangi masuknya air tatkala berwudhu’ atau mandi.

• Waktunya ?

Tidak ada ketentuan hari atau waktu tertentu yang shahih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam untuk memotong kuku. Semua hadits yang menceritakan tentang perbuatan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam atau perintah beliau untuk memotong kuku pada hari atau waktu tertentu adalah lemah (dho’if).

...baca selengkapnya >>



Share

HUKUM MENCIUM TANGAN DAN MEMBUNGKUKKAN BADAN

1
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Tanya :
“Ustadz benarkah bahwa mencium tangan orang dan membungkukkan badan maka hal tersebut bukanlah syariat Islam melainkan ajaran kaum feodalis? Jika demikian, mohon dijelaskan. Jazakumullah”.

Jawab :
Ada beberapa hal yang ditanyakan:

Pertama, masalah cium tangan

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengatakan,
“Tentang cium tangan dalam hal ini terdapat banyak hadits dan riwayat dari salaf yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa hadits tersebut shahih dari Nabi. Oleh karena itu, kami berpandangan bolehnya mencium tangan seorang ulama (baca:ustadz atau kyai) jika memenuhi beberapa syarat berikut ini.

...baca selengkapnya >>



Share

ORANG YANG BELUM PERNAH MENDENGAR ISLAM, APAKAH KAFIR?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz




Oleh : Ust. Yulian Purnama

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Saya mendapatkan pernyataan dari teman, sebagai berikut :
“Beruntunglah kita dilahirkan sudah beragama islam karena orang tua kita kebetulan juga beragama islam. Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana Tuhan memberikan kelahiran kepada seseorang yg hidup dipelosok ujung dunia, katakan ujung dunia indonesia yg sangat terpencil, misalnya di Wamena (Irian Jaya) yang kita nggak ngerti bahasa orang wamena, mereka masih pake koteka dan nggak pernah tahu akan agama Islam sampe mereka meninggal lalu apakah mereka kita bilang kafir?”

Mohon tanggapannya dari Bapak atas pernyataan dari temen saya tersebut. Terimakasih. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Wisnu
Alamat: Prabumulih – Sumatera Selatan
Email: wisxxxx@yahoo.com

...baca selengkapnya >>



Share

LARANGAN MENTERTAWAKAN KENTUT

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Bismillah,
Sering di antara kita ketika berkumpul dengan teman sejawat lalu tiba-tiba suara kentut terdengar di antara kita hingga kitapun tertawa terbahak-bahak mengejek teman kita yang mengeluarkan kentut itu. Ternyata hal ini juga pernah terjadi pada diri para sahabat radliyallohu anhu.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih :

وعن عبد اللَّه بن زمعة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أنه سمع النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يخطب…. ثم وعظهم في ضحكهم من الضرطة فقال لم يضحك أحدكم مما يفعل مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abdullah bin Zam’ah radliyallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menyampaikan khutbah : ………. Lalu beliau memberi nasehat terhadap tertawa mereka di saat mendengar suara kentut dimana beliau bersabda : kenapa salah seorang di antara kalian mentertawakan kentut yang sebenarnya kalian juga biasa mengalaminya [muttafaq alaih]

...baca selengkapnya >>



Share

PERINTAH UNTUK MEMINTA SURGA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :




Oleh : Ust. Muhammad Abduh Tuasikal

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَطَلَبُ الْجَنَّةِ وَالِاسْتِعَاذَةِ مِنْ النَّارِ طَرِيقُ أَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَجَمِيعِ أَوْلِيَائِهِ السَّابِقِينَ الْمُقَرَّبِينَ وَأَصْحَابِ الْيَمِينِ

“Meminta surga dan berlindung dari siksa neraka adalah jalan hidup para Nabi Allah, utusan Allah, seluruh wali Allah, ahli surga yang terdepan (as sabiqun al muqorrobun) dan ahli surga pertengahan (ash-habul yamin).”[Majmu' Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 10/701, Darul Wafa',cetakan ketiga, 1426 H]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya: " Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah surga firdaus " . (Sahih. HR Al-Bukhari)

...baca selengkapnya >>



Share

PERAN IJMA' DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz




Oleh : Ust. Zainal Abidin

IJMA' MENURUT BAHASA
Ijma', secara etimologi berasal dari kalimat ajma’a yujmi’u Ijma'an dengan isim maf’ul mujma yang memiliki dua makna.

Pertama. Ijma' secara etimologi bisa bermakna tekad yang kuat [1]. Oleh karena itu, jika dikatakan "ajma’a fulan 'ala safar", berarti bila ia telah bertekad kuat untuk safar dan telah menguatkan niatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'alala :

فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ

... Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku).... [Yûnus/10:71].

...baca selengkapnya >>



Share