Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



IHRAM DI PESAWAT

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :



IHRAM DI PESAWAT ITU OKE,
TAPI PRAKTEKNYA BIKIN BANYAK ORANG GALAU.

IYA GALAU KARENA NGANTRI TOILET

Ada jama'ah (laki) yg sudah berihram sejak sebelum naik pesawat. Ada juga yg berihram bagian bawahnya saja.
Tapi kebanyakan belum beihram.
Termasuk saya...hehe

Kita menunggu ihram ketika menjelang sampe di daerah miqod.
Pesawat Airbus A330 itu terisi 437 orang. Semuanya jama'ah umroh dari satu perusahaan travel umroh.

Semua pake baju seragam dari travel. Kecuali yg sudah berihram.
Terbang dari Jakarta langsung bablas ke Jeddah tanpa transit.
Lama penerbangan skitar 9 jam 45 menit (kata pilotnya).

Nah....
Satu jam menjelang Yalamlam, tempat miqod bagi para jama'ah yg datang dari arah Indonesia , pilot mengumumkan agar semua jama'ah bersiap utk berpakaian ihram, dan berniat dari situ.

Para penumpang pun mulai belingsatan berebut utk memakai ruang toilet guna mengganti pakaiannya, menjadi pakaian ihram.

Toilet sepertinya ada 5 atau 6 di pesawat tsb. Toilet depan 2, kiri kanan. Toilet tengah 2, kiri kanan, toilet belakang 2, kiri kanan. Atau cuma satu.
Sepertinya barisan orang2 yg ngantri di pesawat ini terlalu banyak, gak ilmiyah hahaha,
gak nguber waktunya, jumlah jama'ah yg sekian banyak harus ngantri toilet utk berganti pakaian ihram??
Eeet dah....

Ahaha..

Melihat situasi seperti itu, saya ada ide "gila" yg lumayan nyeleneh, tapi masih syar'i lah.

Gimana?
Saya colek bapak disebelah saya yg juga nunggu antrian toilet.
Saya membisikkan rencana "gila" saya kepadanya.
Dan ia nampaknya senang sekali, dan mengestafetkan rencana saya itu kepada semua orang yg antri toilet.

Apa rencana tsb??

Nah...ini.
Dua orang lelaki bekerja sama di ruang yg cukup.
Bisa didepan kursinya masing2, bisa di gang (lorong) kursi, bisa di ruang kosong tempat pintu darurat berada, atau diruang kosong manapun dipesawat. Yg penting cukup utk berdiri dua orang.

Gimana caranya?
Seperti kita ketahui bersama bahwa pakaian ihram untuk laki-laki hanyalah sebatas dua helai kain tak berjahit yg modelnya seperti handuk berwarna putih itu,
bagian bawah disebut IZAR, dan bagian atas disebut RIDA’.

Nah, 
Satu lelaki A berdiri menyarungkan IZAR ke orang yg hendak berihram B (juga berdiri), sehingga tubuh B (dada ke bawah) terselimuti kain IZAR , lalu si A terus memegangi bagian atas IZAR tsb diujung kiri dan kanannya (agar B tetap tidak terlihat auratnya), sementara itu dengan bebas si B melepas celana dan celana dalamnya melorot kebawah.
Nah, ketika si B sudah telanjang bulat bagian bawahnya, si A tetap menutupi semua aurat B dgn tetap memegangi IZAR si B sambil berdiri.
Lalu si A membantu B menyempurnakan pemakaian IZAR tsb sampe selesai.

Setelah itu, gantian.
Si B yg membantu A seperti itu.

Jadi gak perlulah ngantri2 toliet segala.
Lagipula, justru kalau di toilet rawan terkena najis..

Kemudian,
Soal berganti pakaian bagian atas dengan RIDA', itu mah soal gampang.
Buka baju aje, gak repot kan?? hehe
Yg penting bawahannya sudah terihrami dgn sempurna.

Akhirnya cara ini benar2 menghemat waktu pelaksanaan berihram. Dan banyak dilakukan para jama'ah lelaki di pesawat kala itu.

Tak sampe setengah jam. Semua laki2 telah rapih berihram, sehingga ketika tiba masuk miqod, semua bisa mengambil miqodnya dgn telah berpakaian ihram, dan berniat umrah di miqod.

Jadi, gak perlu lagi galau soal antri toilet utk ganti pakaian ihram (bagi laki2).

Gampang kan?

Catatan :
Ini mungkin bukan persoalan besar, jika perjalanan umroh itu merupakan small group yg rombongan jama'ahnya gak sampe 50 orang dalam satu pesawat tsb,
Tapi, menjadi masalah, ketika jumlah jama'ah dlm satu pesawat amat banyak (437 jama'ah) ....menghias angkasa....halah.

Nah



Share

MENGAPA KYAI 'ASWAJA' NU BEGITU TAKUT DENGAN WAHABI?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh : Muhammad Karyono

Dinamika dakwah Islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan fenomena pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh. Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai aswaja, di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapatkan koreksi dari kalangan salafi.

Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term kaum tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam akidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal mazhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha. Maka tak heran, berkembangnya dakwah salafi dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja NU yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat ‘santri’.

...baca selengkapnya >>



Share

SEBERAPA HARUS KAH KETAATAN SEORANG ISTRI KEPADA SUAMINYA?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Kalau suami MELARANG istri bekerja keluar rumah, maka istri wajib mentaati. 

Kalau suami MEMERINTAHKAN istri untuk berjilbab syar'i, maka istri wajib mentaati. 

Ketidaktaatan istri kepada suami dalam perkara yang ma'ruf, termasuk bentuk kedurhakaan kepada suami yang dapat mengakibatkan tidak diterimanya shalat istri, hingga ia kembali taat kepada suami.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمْ آذَانَهُمْ: الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتىَّ يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ

"Ada tiga golongan yang SHALAT MEREKA TIDAK MELEWATI TELINGA-TELINGA MEREKA, yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali kepada tuannya, ISTRI YANG MELEWATI MALAM DALAM KEADAAN SUAMINYA MARAH KEPADANYA, dan seseorang yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak suka kepadanya."

[HR. At-Tirmidzi (no. 360), dihasankan Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Al-Misykat (no. 1122) dan Shahihul Jami’ (no. 3057)]

...baca selengkapnya >>



Share

BENARKAH SYAIKH AL-ALBANY BERDUSTA TENTANG HADITS QUNUT?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Hari ini Allah telah suratkan takdir hamba (Hasan al-Jaizy) membaca risalah ‘ilmiah’ teranyar karya Ustadz Muhammad Ma’ruf Khazin –semoga Allah menjaganya- dalam muslimedianews.com. Beliau adalah anggota LBM NU Jawa Timur. 
Judul risalah beliau adalah :

‘Syaikh Albani 'Ahli Hadis' Berdusta Dalam Hadits Qunut?’ 

Bolehlah kiranya jika pembaca risalah kecil hamba ini menoleh sejenak di:

http://www.muslimedianews.com/2014/01/syaikh-albani-ahli-hadis-berdusta-dalam.html

Secara lahiriah, risalah beliau tampak begitu ilmiah, namun secara batiniah, ia memiliki celah salah. Jika tinjauan judul ditambah, maka kesalahan semakin parah. Akhirnya secara alamiah, hamba yang masih perlu bimbingan ini, menulis risalah ini untuk melakukan sebuah islah, karena ada salah yang perlu disanggah.

Dimulai dari judul, hamba kurang meridhai hingga ada 4 yang ingin dikritisi:

[1] Yang lebih tepat adalah al-Albany, bukan Albany. Namun, ini tidak begitu bermasalah.

[2] Tanda kutip (‘) dalam dua kata (Ahli Hadits) isyaratkan sebuah pencibiran; dan hamba fikir Pak Ustadz mengerti maksud hamba.


...baca selengkapnya >>



Share

SOLUSI UNTUK ONE DAY ONE JUZ (ODOJ)

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


One Day One Juz pada asalnya baik jika dilakukan dengan cara yang sesuai tuntunan. Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menunjukkan One Day One Juz termasuk suatu amalan yang baik. Namun juga harus memperhatikan koridor syari’at dalam mempraktekkan One Day One Juz.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz -mufti kerajaan Saudi Arabia di masa silam- ditanya, “Berapa hari seseorang butuh untuk menghatamkan Al Qur’an dengan memahami dan tadabbur? Apakah jika seseorang mengkhatamkan sampai dua bulan, dia disebut telat dalam mengkhatamkan?”

Syaikh rahimahullah menjawab,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, 
“Khatamkanlah Al Qur’an dalam sebulan.” ‘Abdullah meminta lagi, “Tambahkan lebih singkat dari itu, wahai Rasulullah.” Hingga beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam waktu seminggu.” Kemudian ia meminta lagi mengkhatamkan hanya dalam waktu tiga hari.

Dahulu para sahabat mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu seminggu. Jadi lebih bagus -atau paling baik- mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu seminggu. Namun jika dalam waktu tiga hari bisa dikhatamkan, maka harus tetap diperhatikan tadabbur, bisa memikirkan dan khusyu’ saat membaca.

...baca selengkapnya >>



Share

FATWA PARA ULAMA : METODE ONE DAY ONE JUZ DALAM MEMBACA AL QUR'AN

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :





Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad dan Syaikh Abdurrazaq Al Abbad

Soal:
السلام عليكم يا شيخنا احسن الله اليكم نحن من اندونيسيا يا شيخ هناك نفر في بلدنا هذا يصنع برنامج يسمى onedayonejuz اي “جزء واحد في يوم” كل عضو من هذا البرنمج يزلم بقراءة جزء معين كامل من القرأن في يوم ، وفي نهاية اليوم يقررون الى ادارة البرنامج انهم قد قرءوا و انتهوا بجزء كذا و كذا ,ان لم يكمل العضو القرأة جزءا فعليه نوع من العقاب هل هذا البرنامج حسن ام من المحذور ؟
Assalamu’alaikum wahai Syaikh kami, semoga Allah menganugerahkan kebaikan pada anda,
Kami dari Indonesia ya Syaikh, di negeri kami ada sebagian orang yang membuat suatu program yang bernama ‘onedayonejuz’ artinya ‘satu juz dalam sehari’. Setiap anggota dari program ini diwajibkan untuk membaca 1 juz tertentu dari Al Qur’an dalam sehari. Di akhir hari mereka melaporkan kepada pengurus program ini bahwa mereka sudah membaca juz sekian dan sekian. Jika ternyata mereka tidak bisa menyempurnakan bacaan sebanyak 1 juz maka mendapatkan sejenis hukuman*). Apakah program ini baik ataukah terlarang?

Syaikh Abdurrazzaq menjawab yang intinya beliau mengatakan,
هذا العمل لا أصل له وإنما يقرأ ما تيسر
“amalan ini tidak ada asalnya dan yang benar hendaknya seseorang membaca yang mudah baginya”

...baca selengkapnya >>



Share

ONE DAY ONE JUZ (ODOJ)

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

ODOJ
Patut disyukuri di satu sisi, namun disesali di sisi yang lain, inilah yang kami komentari dari fenomena ODOJ ini. Mengapa demikian? Akan datang jawabannya insya Allah ta’ala.
Alhamdulillah, telah dipahami bersama bahwa ibadah adalah hikmah penciptaan hamba di muka bumi. Allah ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyat: 56]
Bersamaan dengan itu, Allah ta’ala menjanjikan kebaikan yang berlipat ganda bagi siapa yang beribadah kepada-Nya dan mengancam dengan azab-Nya yang sangat pedih bagi siapa yang tidak beribadah kepada-Nya atau menyekutukan-Nya dalam ibadah.
Dan diantara ibadah yang sangat agung dengan janji pahala dan kebaikan yang melimpah adalah membaca Al-Qur’anul Karim. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْف وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْف وَلاَمٌحَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidaklah mengatakan bahwa Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3327]
Dan masih sangat banyak dalil yang menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an maupun ibadah-ibadah lainnya. Akan tetapi yang tidak kalah penting dipahami adalah, Allah ta’ala telah menetapkan syarat yang mesti dipenuhi agar ibadah seorang hamba diterima dan mendapatkan pahala. Allah ta’ala telah menetapkan dua syarat yang harus dipenuhi dalam ibadah, jika satu saja dari dua syarat ini tidak dipenuhi maka tidak sah ibadah tersebut, yaitu:

...baca selengkapnya >>



Share

HUKUM MEMBELI PRODUK DARI BLACK MARKET/PASAR GELAP (BM)

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh :  Ust. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Pertanyaan :
Assalamualaikum...Afwan, saya mau tanya, apa hukumnya membeli barang BM (black market). Contohnya kemarin saya ditawari teman kacamata (minus) BM yang barangnya katanya adalah sama persis dengan barang di optik terkemuka tetapi harganya terpaut jauh.
Barakallahu fiik...
Wassalamualaikum
Masyat** Ra**
  
Jawaban :
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahklan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Langsung saja, membeli barang dari tempat atau orang yang diistilahkan dengan black market adalah boleh, asalkan penjual adalah benar-benar pemilik barang yang diperjual-belikan.

Pasar gelap atau black market sama halnya dengan toko atau kios yang tidak memiliki izin usaha atau bangunannya didirikan tanpa IMB dan pemiliknya tidak memiliki surat izin usaha, karena masalah administrasi pemerintah itu adalah tanggung jawab /urusan pemilik barang, dan tempat usaha bukan tanggung jawab pembeli atau konsumen.

...baca selengkapnya >>



Share

SELESAI SHALAT BERJAMA'AH IMAM MENGHADAP MAKMUM ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Pertanyaan :
Assalamualaikum.....
Ustadz, seringkali saya perhatikan dalam sebuah shalat berjamaah, imam membalikkan badan setelah selesai shalat ketika zikir. Terkadang diputar 90 derajat tapi kadang ada juga yang berputar 180 derajat menghadap kepada makmum. Kalau memang ada dasar syariahnya, berapa lamakah imam harus menggeser atau memutar tubuhnya, apakah begitu selesai salam langsung putar atau baca-baca dulu.

Bahkan saya perhatikan, begitu imam memutar arah, banyak jamaah yang bergeser dari barisannya pindah posisi.

Mohon dijelaskan praktek seperti ini, adakah tuntunannya dari hukum fiqihnya. Adakah dalil hadits yang memetintahkan hal itu? Mohon juga dijelaskan hikmah praktek ini.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas ilmu yang ustadz berikan, semoga semakin berkah dan bisa berguna buat kami yang masih harus banyak belajar ini.

WAssalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Muha*** *******

Jawaban :
Wa 'alakumus Warahmatullah Wabarakatuh,
Apa yang seringkali Anda saksikan tentang imam shalat yang berputar posisi menghadap ke jamaah atau ke kanan atau ke kiri, semua memang ada dalil haditsnya. Semua merupakan rekaman para shahabat ketika ikut shalat berjamaah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

...baca selengkapnya >>



Share

BENARKAH MINTA DI RUQYAH ITU TERCELA DAN TIDAK BISA MASUK GOLONGAN YG BEBAS HISAB DI HARI KIAMAT NANTI ??

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh :  Syaikh Dr Abdullah bin Nashir al Sulmi

Para ulama berselisih pendapat tentang hadits ini : [yaitu hadits yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang masuk surga tanpa hisab adalah orang yang tidak minta diruqyah].

Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam bahwa beliau berkata :

"Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: 'Ini adalah Musa dan kaumnya,' lalu dikatakan, 'Perhatikanlah ke ufuk.' Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.' Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, 'Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, 'Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.' Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, 'mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kai, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal." [HR. Bukhari 8270]

Sebagian ulama berpendapat sebagaimana dalam berbagai buku syarah atau penjelasan hadits, bahwa makna hadits tersebut sebagaimana makna zhahirnya. Sehingga seorang itu meminta orang lain untuk meruqyahnya maka dia tidak akan termasuk ke dalam hadits di atas.

...baca selengkapnya >>



Share

HADITS PALSU TENTANG "KISAH DIALOG NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DENGAN IBLIS"

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Oleh : Budi Ashari (Alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah) 

Mungkin sudah berapa banyak diantara kita yang buka2 internet, terus menemukan artikel KISAH DIALOG NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DENGAN IBLIS


Artikel ini Beredar sangat banyak dan sudah lama, hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits MAUDHU'/PALSU dan DUSTA atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini PALSU dan DUSTA!

Berikut ini saya sertakan kajian tiga ulama dunia tentang hadits ini:

A. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Ketika beliau ditanya tentang riwayat ini, berikut jawabannya:
“Ini hadits dusta. tidak terdapat di dalam kitab-kitab muslimin yang dipercaya baik kitab shahih, sunan ataupun musnad. siapa saja yang tahu bahwa ini adalah dusta atas nama nabi maka tidak boleh meriwayatkannya…” (Majmu’ al-Fatawa 18/350)

...baca selengkapnya >>



Share

KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh : Syaikh Said bin Ali Al Qathani

قَالَ : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti buih air laut.” [HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.]


وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ.


Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” [HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071]

وَقَالَ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.” [HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072]

...baca selengkapnya >>



Share

HUKUM WANITA HAID BERDZIKIR DAN MEMBACA AL-QUR'AN

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Oleh : Syaikh Mushthaha Al-‘Adawi

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata [Shahih Al-Bukhari, hadits no. 971] 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَاصِمٍ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا حَتَّى نُخْرِجَ الْحُيَّضَ فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ 

"Muhammad telah menceritakan kepada kami,[1] Umar bin Hafs telah menceritakan kepada kami, ia berkata: ayahku telah menceritakan kepada kami, dari ‘Ashim, dari Hafshah dari Ummu ‘Athiyah ia berkata: “Dahulu kami diperintahkan untuk keluar pada hari ‘Ied, sampai kami mengeluarkan gadis dari pingitannya, mereka bertakbir dengan takbir mereka [2], (para sahabat) dan juga berdo’a dengan do’a mereka, mengharap keberkahan dan kesucian hari itu" [Juga diriwayatkan oleh Muslim (hal 606) dan Abu Daud (1138).
Imam Al-Bukhari juga berkata (hadits no:1650)]

...baca selengkapnya >>



Share

BEBERAPA KEUTAMAAN DAN KEBERKAHAN HARI SENIN DAN KAMIS

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Oleh : Dr. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i

Di antara keutamaan dan keberkahannya, bahwa pintu-pintu Surga dibuka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan. Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

"تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا."

"Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. [1] Lalu dikatakan, ‘Tundalah [2] pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” [3]

...baca selengkapnya >>



Share

BENARKAH SURAT YUSUF DAN MARYAM BERMANFAAT BAGI JANIN?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Pertanyaan :
Alhamdulillah, aku sekarang sedang mengandung. Aku memohon kepada Allah agar mengarunikakan kepadaku anak yang shalih. Aku mendengar dari orang-orang bahwasanya seorang wanita yang hamil hendaknya membaca surat Maryam setiap harinya agar proses persalinanya mudah. Dan membaca surat Yusuf setiap hari agar anak yang lahir nanti tampan. Apakah ada hadis yang shahih yang menjelaskan permasalahan ini?

Jawaban :

Tidak ada dalam syariat yang menjelaskan bahwa seorang wanita yang hamil dianjurkan membaca surat tertentu agar janinnya jadi anak yang cerdas atau tampan. Jika ada yang berkeyakinan demikian tanpa ada dalil, maka dia telah berkata mengenai agama Allah apa yang tidak ia ketahui. 

...baca selengkapnya >>



Share

BUKU HIMPUNAN FATWA MUI SEJAK 1975

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya buku “Himpunan Fatwa MUI sejak 1975”, pada  hari kamis, 19 September 2011 diluncurkan di Jakarta. Acara ini terselenggara atas kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Penerbit Erlangga.

Buku Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975 adalah buku yang memuat fatwa-fatwa serta keputusan-keputussan paling lengkap yang dihasilkan oleh MUI sejak kelahirannya -26 Juli 1975, sampai dengan fatwa terakhir. Himpunan fatwa ini dikompilasi dari tiga sumber fatwa yang merupakan produk masing-masing lembaga yang ada dalam MUI, yaitu: Fatwa yang ditetapkan dalam siding Komisi Fatwa, Musyawarah Nasional MUI, dan fatwa/keputusan yang ditetapkan dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia.

Buku ini disusun untuk menjadi pedoman bagi umat Islam dalam mengetahui perjalanan penafsiran dan keputusan hukum agama Islam yang berkaitan dengan akidah, sosial budaya, serta kehidupan seharisehari di Indonesia.

Kehadiran buku Himpunan Fatwa MUI ini diharapkan dapat menjadi oase di tengah padang pasir. Diharapkan kehadiran buku ini dapat memberikan manfaat bagi terbentuknya masyarakat yang mutadayyin dan mutamaddin.

...baca selengkapnya >>



Share

ISTINBATH

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Pengertian Istinbath
Menurut bahasa adalah mengeluarkan atau menetapkan, sebagaimana dalam ungkapan استخراج الماء من العين
Sedangkan menurut istilah berarti mengeluarkan makna-makna dari nash-nash yang terkandung didalamnya dengan cara mengerahkan kemampuan atau potensi naluriyah.

Dari nash tersebut terbagi menjadi dua macam, yaitu yang berbentuk bahasa (lughawiyah) yang biasa disebut lafdhiyah dan adakalanya tidak berbentuk bahasa, yang biasa disebut maknawiyah. Dalam pembahasan berikutnya akan kami jelaskan tentang pembagian masing-masing.

Istinbath Lafdzi
Yaitu mengistinbathkan hukum atau mengambil suatu hukum ditinjau dari segi lafadznya. Para ulama’ Ushul memakai kaidah bahasa berdasarkan makna tujuan ungkapan-ungkapan yang telah ditetapkan oleh para ahli bahasa Arab, sesudah diadakan penelitian-penelitian yang bersumber dari kesusasteraan Arab.

Ada tiga cara untuk mengetahui makna yang tepat dari suatu lafadz atau uslub-nya :

...baca selengkapnya >>



Share

SUNNAHNYA MENGAKHIRKAN SHALAT ISYA

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:

أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي

“Suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat ‘atamah (isya`) sampai berlalu sebagian besar malam dan penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Beliau bersabda: “Sungguh ini adalah waktu shalat isya’ yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim no. 638)

Dari Jabir bin Samurah -radhiallahu anhu- dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ صَلَاةَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengakhirkan shalat isya.” (HR. Muslim no. 643)

...baca selengkapnya >>



Share

MENGAPA SAYA KELUAR DARI MTA (MAJLIS TAFSIR AL QUR'AN) ?

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :


Sebuah pengakuan dari saudara : Abu Faris Bambang Surono ( mantan anggota MTA Cabang Mojosongo Boyolali). 

Mengapa Saya Keluar dari MTA (Majlis Tafsir Al-Quran)?
Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang berkedudukan di Surakarta yang didirikan oleh ustadz Abdullah Thufail Saputra rahimahullah pada tahun 1972 dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali kepada Al-Qur’an. 

Dua puluhan tahun sudah saya aktif di MTA, tepatnya sejak bulan Oktober 1987 di Cabang Mojosongo Boyolali. Sungguh suatu fase kehidupan yang membahagiakan dan bersemangat dalam Quran dan Sunnah. Banyak hal yang saya dapatkan, mulai dari tersadarnya akan perlunya ilmu, ittiba' dan menjauhi syirik, tidak sekedar ikut-ikutan dalam tradisi masyarakat, sampai bagaimana memunculkan al haq sebagai suatu perjuangan dakwah.

...baca selengkapnya >>



Share

FENOMENA SINETRON UMAR BIN KHATTAB

0
Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Pertanyaan :
Adakah fatwa ulama terkait sinetron Umar bin Khattab yang ditayangkan di televisi?

Dari: Aji

Jawaban :
Alhamdulillahi Rabbil ‘alami ash-shalatu was salamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi ajma’in

Permasalahan sinetron Umar bin Khattab tentu saja yang dimaksud itu bukan Umar, akan tetapi tentang pemikirannya. Sebelum membahas tentang hukum permasalahan ini, saya ingin mengingatkan bahwasnya setiap permasalahan itu ada manfaat dan ada madharatnya. Ketika dipilihnya seorang figur dengan tema-tema tertentu, pastinya ada manfaat yang bisa dipetik darinya.

Akan tetapi ketika kita memandang permasalahan ini, harus dipandang secara umum. Ditimbang kadar kerusakannya dan dilihat juga sebesar apa manfaatnya. Apabila manfaatnya lebih besar, maka kita dahulukan manfaat atau kemaslahatan ini. Sebaliknya, apabila kerusakan atau mafsadatnya yang ditimbulkan lebih besar, maka kita dahulukan menghindari kerusakan. Demikian juga apabila manfaat dan mafsadatnya seimbang, maka menurut para ulama, kita harus mengedepankan menghindari kerusakan (dengan tidak melakukan perbuatan tersebut).

...baca selengkapnya >>



Share