
NASIHAT UNTUKKU DAN UNTUKMU PARA SAHABATKU
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Mengingatkan kembali diri yang dha'if ini dan siapa saja yang mau mengingatnya sebagai nasihat yang baik, bahwa menuntut ilmu hendaklah diniatkan untuk menghilangkan kejahilan, untuk diamalkan, dan untuk menolong agama Allah.
Bukan untuk berbangga-bangga di hadapan manusia (agar orang lain kagum padanya), mengharapkan pujian dari orang-orang bodoh, mendebat para ahli ilmu (ulama/ustadz), atau untuk mendapatkan sedikit dari urusan dunia ini.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِىَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللهُ النَّارَ »
"Barangsiapa yang menuntut ilmu karena hendak mendebat para ‘ulama, atau berbangga-bangga di hadapan orang-orang bodoh, atau ingin perhatian orang tertuju pada dirinya, maka Allah akan masukkan ia ke dalam an-Nar (neraka).”
[HR. At-Tirmidzi (no. 2654), dari shahabat Ka’b bin Malik. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2654].
...baca selengkapnya >>

TAWAKAL MELINDUNGI DIRI DARI PENYAKIT UJUB DAN TAKABUR
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji
Sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah ; Riya dan Ujub.
Riya : adalah bagian dari perbuatan syirik mensekutukan Allah, sementara Ujub (Al-'Alamah As-Safarini menyebutkan perbedaan yang mendetail antara ujub dan takabur, bagi yang berkeinginan lihat bukunya Ghadza ' Al-Albab 2/222) : adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur. [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]
Banyak nash-nash yang mencela kedua sikap ini antara lain.
...baca selengkapnya >>

SEUNTAI KATA TENTANG CINTA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Ust. Abu Zubair Hawaary
Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.
Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.
Apa yang engkau lihat pada orang lain engkau dapatkan pada dirimu. Mereka pun memberikan kepadamu cinta dan kasih sayang.
Engkau yang melukis jalan yang akan dilalui mereka dalam bersikap kepadamu. Jika engkau bersikap baik kepada mereka dan mencintai mereka, niscaya mereka mencintaimu.
Kalau engkau memberikan faedah untuk mereka, mereka akan memberimu faedah.
...baca selengkapnya >>

ENGKAU SEKADAR APA YANG ENGKAU CITA-CITAKAN
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Ust. bu Asma Andre
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ
يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً
يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً
أما بعد: فإن أصدق الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
Salafus Shalih adalah generasi yang telah mendahului kita diatas kebaikan, rekomendasi ini muncul dari Allah subhanahu wa ta'ala lewat lisan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, tidak berbilang dalil tentang keutamaan mereka secara menyeluruh atau orang perorangnya, sebagaimana yang bisa kita lihat dari Al Qur-an, As Sunnah maupun kitab - kitab sejarah, atau yang lainnya. Keutamaan generasi salaf ini kemudian menakjubkan generasi berikutnya, sehingga mata - mata yang penuh kekaguman tergerak hatinya untuk mengikuti jejak langkah mereka, bukan hanya didalam pemahaman aqidah maupun ibadah, akan tetapi sampai di keadaan masalah menuntut ilmu.
...baca selengkapnya >>

RENUNGAN MENGENAI PEMUTUS KENIKMATAN
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali
Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata:
Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam.
Mungkin kamu meninggal sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan keliang yang kering dan batu-batu cadas yang bisu. Tidak ada seorangpun dari keluarga yang bisa memberikan bantal, kecuali hanya menempatkannya di tengah kerumunan binatang serangga. Adapun bantal pada saat itu berupa amal perbuatannya.
Atau mungkin kamu meninggal sebagai orang yang malang dan terasing. Di dunia, ia telah ditimpa banyak kesedihan, usaha yang dilakukan sudah berkepanjangan, badan telah kepayahan, lantas kematian tiba-tiba menjemput sebelum ia meraih keinginannya.
...baca selengkapnya >>

7 FAEDAH QANA'AH
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Muhammad Nur Ichwan Muslim
Bismillah,
Seorang hamba yang mampu bersokap qan'ah dalam kehidupan dunianya, maka ia akan meraih 7 faedah, dianataranya adalah :
1. Hati akan dipenuhi dengan keimanan kepada Allah
Seorang yang qana’ah akan yakin terhadap ketentuan yang ditetapkan Allah ta’ala sehingga diapun ridha terhadap rezeki yang telah ditakdirkan dan dibagikan kepadanya. Hal ini erat kaitannya dengan keimanan kepada takdir Allah. Seorang yang qana’ah beriman bahwa Allah ta’ala telah menjamin dan membagi seluruh rezeki para hamba-Nya, bahkan ketika sang hamba dalam kondisi tidak memiliki apapun. Sehingga, dia tidak akan berkeluh-kesah mengadukan Rabb-nya kepada makhluk yang hina seperti dirinya.
Ibnu Mas’ud radhilallahu ‘anhu pernah mengatakan,
إِنَّ أَرْجَى مَا أَكُونُ لِلرِّزْقِ إِذَا قَالُوا لَيْسَ فِي الْبَيْتِ دَقِيقٌ
“Momen yang paling aku harapkan untuk memperoleh rezeki adalah ketika mereka mengatakan, “Tidak ada lagi tepung yang tersisa untuk membuat makanan di rumah” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam].
...baca selengkapnya >>

JALAN MENUJU QANA'AH
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Qana’ah (rela dan menerima pemberian Allahsubhanahu wata’ala apa adanya) adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta.
Namun meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya bisa menekan sifat tamak dan membimbingnya menuju sikap zuhud dan qana’ah. Berikut ini beberapa kiat menuju qana’ah yang jika kita laksanakan maka dengan izin Allah seseorang akan dapat merealisasikan nya. Di antaranya yaitu :
1. Memperkuat Keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.
Juga membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah subhanahu wata’ala, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Barangsiapa yang kaya hati maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu.
...baca selengkapnya >>

DAYUTS, DAN BILA RASA CEMBURU TELAH HILANG
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Setiap insan pernah merasakan cemburu, namun adakah rasa cemburu tatkala melihat kemaksiatan ? Kini kita lihat bagaimana fenomena yang ada bila rasa cemburu telah hilang.
Betapa banyak orang yang mengaku dirinya memiliki rasa cemburu, namun justru menanggalkan pakaian malu dengan melakukan perbuatan-perbuatan haram atau membiarkan kemaksiatan. Padahal Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam telah mewasiatkan kepada umatnya agar memiliki akhlak Al-Ghoiroh (cemburu).
Beliau telah menerangkan kedudukan akhlak yang utama ini dalam sabdanya (yang artinya) :
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala cemburu dan cemburunya Allah bila seseorang mendatangi apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau Shalallahu’alaihi Wassallam menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat cemburu bila dilanggar keharaman-keharamannya dan dilampaui batasan¬-batasannya, dan siapa yang telah melanggar apa yang Allah haramkan berarti telah (berani) melewati sebuah pagar yang besar.
...baca selengkapnya >>

KEUTAMAAN IFFAH DAN BERSABAR
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di
Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu 'anhu menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia:
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah subhanahu wa ta'ala akan menganugerahkan kepadanya iffah (kehormatan diri). Siapa yang merasa cukup, Allah subhanahu wa ta'ala akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki). Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah subhanahu wa ta'ala akan menjadikannya sabar. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)
...baca selengkapnya >>

MAMPUKAH KITA BERSYUKUR DENGAN NIKMAT-NIKMAT ALLAH ?
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Di antara sifat orang beriman adalah ketika mendapat berbagai kenikmatan, dia bersyukur kepada Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut yaitu Allah. Dia ucapkan: "Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah" dan ucapan yang sejenisnya.
Tetapi cukupkah dengan hanya memuji melalui lisan semata?
Sebenarnya tidak cukup hanya dengan itu, syukur itu mempunyai rukun-rukunnya yaitu tiga rukun. Di mana syukurnya seorang hamba berporos pada tiga rukun tersebut –yang tidak akan dinamakan syukur kecuali dengan terkumpul ketiga-tiganya- yaitu: pertama: mengakui nikmat tersebut dengan batin (di dalam hati); kedua: membicarakannya secara zhahir (yaitu lisan kita memuji Dzat yang telah memberikan nikmat dan menyebut-nyebut nikmat tersebut); dan ketiga: menggunakan nikmat tersebut untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah.
...baca selengkapnya >>

KEJUJURAN YANG TERCELA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Abu Al-Jauzaa'
Pada asalnya, kejujuran itu sangat terpuji dalam syari’at. Allah ta’ala telah menjelaskan bahwa kejujuran itu merupakan sifat orang yang beriman.
إِنّمَا الْمُؤْمِنُونَ الّذِينَ آمَنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمّ لَمْ يَرْتَابُواْ وَجَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـَئِكَ هُمُ الصّادِقُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu; dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” [QS. Al-Hujuraat : 15].
Tidaklah kejujuran itu akan membawa pelakunya kecuali kepada surga. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
...baca selengkapnya >>

BIMBINGAN ULAMA DALAM MENASEHATI DAN MENYIKAPI KESALAHAN ORANG YANG BERILMU
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Sebuah sorotan terhadap facebooker yang menjatuhkan kehormatan asatidzah ahlus sunnah di mata ummat melalui Facebook dan media-media dunia maya lainnya.
Oleh : Ust .Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Bismillah,
Tidak ada yang lebih mengenal keutamaan dan kedudukan orang-orang yang berilmu melebihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bahkan inilah salah satu karakter Ahlus Sunnah yang membedakannya dengan Ahlul Bid’ah. Tanda Ahlus Sunnah adalah memuliakan orang-orang yang berilmu dan tanda Ahlul Bid’ah adalah menjatuhkan kehormatan mereka.
Oleh karena itu, termasuk kewajiban seorang muslim adalah memberikan nasihat kepada orang-orang yang berilmu berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
الدين النصيحة قلنا لمن قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم
“Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta masyarakat umum di antara mereka.” (HR. Muslim dari Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu’anhu)
...baca selengkapnya >>

MENJAGA LISAN DARI MENGUTUK/MELAKNAT
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Apa itu Laknat ?
Kata laknat yang sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia memiliki dua makna dalam bahasa Arab :
Pertama : Bermakna mencerca.
Kedua : Bermakna pengusiran dan penjauhan dari rahmat Allah.
Ucapan laknat ini mungkin terlalu sering kita dengar dari orang-orang di lingkungan kita dan sepertinya saling melaknat merupakan perkara yang biasa bagi sementara orang, padahal melaknat seorang Mukmin termasuk dosa besar. Tsabit bin Adl Dlahhak radhiallahu 'anhu berkata :
“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari dalam Shahihnya 10/464)
Ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : ((“Fahuwa Kaqatlihi”/Maka ia seperti membunuhnya)) dijelaskan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari : “Karena jika ia melaknat seseorang maka seakan-akan ia mendoakan kejelekan bagi orang tersebut dengan kebinasaan.”
...baca selengkapnya >>

SUDAH LAMA "NGAJI" TETAPI AKHLAK TETAP TIDAK BAIK
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]
“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]
“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]
Mungkin fenomena ini kadang terjadi atau bahkan sering kita jumpai di kalangan penuntut yang sudah lama “ngaji”[1] . Ada yang telah ngaji 3 tahun atau 5 tahun bahkan belasan tahun tetapi akhlaknya tidak berubah menjadi lebih baik bahkan semakin rusak. Sebagian dari kita sibuk menuntut ilmu tetapi tidak berusaha menerapkan ilmunya terutama akhlaknya. Sebaliknya mungkin kita jarang melihat orang seperti dikomentar ketiga yang merupakan cerminan keikhlasannya dalam beragama meskipun nampaknya ia kurang berilmu dan. semoga tulisan ini menjadi nasehat untuk kami pribadi dan yang lainnya.
...baca selengkapnya >>

HINDARI KORAN, TADABBURI AL-QUR'AN
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Ustadz Abu Ihsan al-Atsari
Sekarang ini membaca koran sudah menjadi rutinitas yang nyaris tidak bisa ditinggalkan oleh manusia. Dimana-mana tersedia bacaan yang satu ini, di rumah, kantor, restoran, warung, bahkan sebagian orang ada yang menyempatkan diri membaca koran di toilet. Seakan koran sudah seperti bacaan wajib bagi mereka. Sikap yang berbeda mereka tujukan untuk al-Qur’ân, sebuah kitab yang menjadi pedoman hidup. Al-Qur'ân nyaris tidak tersentuh, apalagi diperhatikan. Mereka lebih hafal nama koran, atau tokoh-tokoh dalam koran daripada nama surat-surat al-Qur’ân. Bahkan lebih ironinya lagi, banyak dari mereka yang tampak tekun memelototi koran, ternyata tidak bisa baca al-Qur’ân. Sebegitu pentingkah berbagai sajian koran bagi mereka ? Sehingga rela meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk membaca dan mengikuti buah tangan para wartawan.
...baca selengkapnya >>

WANITA PENGHUNI NERAKA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang darinya.
Setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrahPada Kajian kali ini, kami akan membahas tentang neraka dan penduduknya, yang mana mayoritas penduduknya adalah wanita dikarenakan sebab-sebab yang akan dibahas nanti.
...baca selengkapnya >>

TEMPATKAN DIRIMU PADA TEMPATNYA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi
Imam Malik rahimahullah berkata, “Tidak selayaknya seseorang memandang dirinya pantas menempati peran penting -dalam urusan ilmu, pent- sebelum bertanya kepada orang lain yang lebih berilmu darinya. Tidaklah aku memberikan fatwa hingga aku bertanya kepada Rabi'ah dan Yahya bin Sa'id. Tatkala mereka berdua memerintahkan (mengijinkan) aku untuk berfatwa akupun berfatwa. Seandainya mereka berdua melarangku niscaya aku pun akan menahan diri.” (dinukil dari Qawa'id fi at-Ta'amul ma'al 'Ulama oleh Syaikh Abdurrahman bin Mu'alla al-Luwaihiq, hal. 27)
...baca selengkapnya >>

JANGAN ASAL BERBICARA DALAM AGAMA
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Oleh : Andika Al Maidany
Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertangungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
Allah berfirman tentang Nabi Nuh ketika dia meminta agar anaknya diselamatkan:
“Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan temasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud: 46)
...baca selengkapnya >>

KATAKAN SAJA : "SAYA TIDAK TAHU"
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Di antara prinsip Syeikh Ibnu Baz adalah tidak malu untuk mengatakan, “Saya tidak tahu”.
Ini adalah prinsip yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ َنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ قَالَ فَقَالَ « لاَ أَدْرِى ». فَلَمَّا أَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ « يَا جِبْرِيلُ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ ». قَالَ لاَ أَدْرِى حَتَّى أَسْأَلَ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ. فَانْطَلَقَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّكَ سَأَلْتَنِى أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقُلْتُ لاَ أَدْرِى وَإِنِّى سَأَلْتُ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقَالَ َسْوَاقُهَا.
...baca selengkapnya >>

BAHAYANYA PERLOMBAAN KEAGAMAAN
Posted By
Abu Ayaz
Kategori :
Tazkiyatun Nufus
Bismillah,
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ تَعِسَ وَانْتَكَسَ وَإِذَا شِيكَ فَلَا انْتَقَشَ طُوبَى لِعَبْدٍ آخِذٍ بِعِنَانِ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَشْعَثَ رَأْسُهُ مُغْبَرَّةٍ قَدَمَاهُ إِنْ كَانَ فِي الْحِرَاسَةِ كَانَ فِي الْحِرَاسَةِ وَإِنْ كَانَ فِي السَّاقَةِ كَانَ فِي السَّاقَةِ إِنْ اسْتَأْذَنَ لَمْ يُؤْذَنْ لَهُ وَإِنْ شَفَعَ لَمْ يُشَفَّعْ
...baca selengkapnya >>