[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].
7 ARTIKEL TERPOPULER
Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts
Kalau suami MELARANG istri bekerja keluar rumah, maka istri wajib mentaati.
Kalau suami MEMERINTAHKAN istri untuk berjilbab syar'i, maka istri wajib mentaati.
Ketidaktaatan istri kepada suami dalam perkara yang ma'ruf, termasuk bentuk kedurhakaan kepada suami yang dapat mengakibatkan tidak diterimanya shalat istri, hingga ia kembali taat kepada suami.
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُجَاوِزُ صَلاَتُهُمْ آذَانَهُمْ: الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتىَّ يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُوْنَ
"Ada tiga golongan yang SHALAT MEREKA TIDAK MELEWATI TELINGA-TELINGA MEREKA, yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali kepada tuannya, ISTRI YANG MELEWATI MALAM DALAM KEADAAN SUAMINYA MARAH KEPADANYA, dan seseorang yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak suka kepadanya."
[HR. At-Tirmidzi (no. 360), dihasankan Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Al-Misykat (no. 1122) dan Shahihul Jami’ (no. 3057)]
Hari ini Allah telah suratkan takdir hamba (Hasan al-Jaizy) membaca risalah ‘ilmiah’ teranyar karya Ustadz Muhammad Ma’ruf Khazin –semoga Allah menjaganya- dalam muslimedianews.com. Beliau adalah anggota LBM NU Jawa Timur.
Judul risalah beliau adalah :
‘Syaikh Albani 'Ahli Hadis' Berdusta Dalam Hadits Qunut?’
Bolehlah kiranya jika pembaca risalah kecil hamba ini menoleh sejenak di:
http://www.muslimedianews.com/2014/01/syaikh-albani-ahli-hadis-berdusta-dalam.html
Secara lahiriah, risalah beliau tampak begitu ilmiah, namun secara batiniah, ia memiliki celah salah. Jika tinjauan judul ditambah, maka kesalahan semakin parah. Akhirnya secara alamiah, hamba yang masih perlu bimbingan ini, menulis risalah ini untuk melakukan sebuah islah, karena ada salah yang perlu disanggah.
Dimulai dari judul, hamba kurang meridhai hingga ada 4 yang ingin dikritisi:
[1] Yang lebih tepat adalah al-Albany, bukan Albany. Namun, ini tidak begitu bermasalah.
[2] Tanda kutip (‘) dalam dua kata (Ahli Hadits) isyaratkan sebuah pencibiran; dan hamba fikir Pak Ustadz mengerti maksud hamba.
BENARKAH MINTA DI RUQYAH ITU TERCELA DAN TIDAK BISA MASUK GOLONGAN YG BEBAS HISAB DI HARI KIAMAT NANTI ??
Kategori : Hadits
Oleh :
Syaikh Dr Abdullah bin Nashir al Sulmi
Para ulama berselisih pendapat tentang hadits ini : [yaitu hadits yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang masuk surga tanpa hisab adalah orang yang tidak minta diruqyah].
Para ulama berselisih pendapat tentang hadits ini : [yaitu hadits yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang masuk surga tanpa hisab adalah orang yang tidak minta diruqyah].
Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam bahwa beliau berkata :
"Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: 'Ini adalah Musa dan kaumnya,' lalu dikatakan, 'Perhatikanlah ke ufuk.' Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.' Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, 'Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, 'Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.' Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, 'mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kai, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal." [HR. Bukhari 8270]
Sebagian ulama berpendapat sebagaimana dalam berbagai buku syarah atau penjelasan hadits, bahwa makna hadits tersebut sebagaimana makna zhahirnya. Sehingga seorang itu meminta orang lain untuk meruqyahnya maka dia tidak akan termasuk ke dalam hadits di atas.
Oleh : Budi Ashari (Alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah)
Mungkin sudah berapa banyak diantara kita yang buka2 internet, terus menemukan artikel KISAH DIALOG NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DENGAN IBLIS
Artikel ini Beredar sangat banyak dan sudah lama, hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits MAUDHU'/PALSU dan DUSTA atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.
Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini PALSU dan DUSTA!
Berikut ini saya sertakan kajian tiga ulama dunia tentang hadits ini:
A. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Ketika beliau ditanya tentang riwayat ini, berikut jawabannya:
“Ini hadits dusta. tidak terdapat di dalam kitab-kitab muslimin yang dipercaya baik kitab shahih, sunan ataupun musnad. siapa saja yang tahu bahwa ini adalah dusta atas nama nabi maka tidak boleh meriwayatkannya…” (Majmu’ al-Fatawa 18/350)
Oleh : Syaikh Said bin Ali Al Qathani
قَالَ : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.
Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti buih air laut.” [HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.]
وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” [HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071]
وَقَالَ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.” [HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072]
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu
Tanya :
Apa makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِيْنَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
“Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian nubuwwah (kenabian).”
Kalau begitu siapakah yang benar mimpinya?
Jawab :
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjawab:
BENARKAH "HADITS" SHALAT YANG TIDAK DAPAT MENCEGAH DARI PERBUATAN KEJI DAN MUNKAR, AKAN SEMAKIN MENJAUHKAN DIRI DARI ALLAH?
Kategori : Hadits
Bismillah,
Telah masyhur disebagian kalangan muslim hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti ini :
مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْدًا
“Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, niscaya dia hanya semakin jauh dari Allah.”
KUALITAS HADITS
Kualitas hadits ini adalah BATHIL
Takhrij Singkat :
Redaksi seperti ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarany di dalam kitabnya al-Mu’jam al-Kabiir (3:106:2- dalam transkrip azh-Zhaahiriyyah), al-Qudlaa’iy di dalam Musnad asy-Syihaab (43:2), Ibn Abi Haatim di dalam Tafsir Ibn Katsiir (II:414) dan al-Kawkab ad-Daraary (83:2:1) dari jalur Laits dari Thâwûs, dari Ibn ‘Abbas.
Telah masyhur disebagian kalangan muslim hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti ini :
مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْدًا
“Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, niscaya dia hanya semakin jauh dari Allah.”
KUALITAS HADITS
Kualitas hadits ini adalah BATHIL
Takhrij Singkat :
Redaksi seperti ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarany di dalam kitabnya al-Mu’jam al-Kabiir (3:106:2- dalam transkrip azh-Zhaahiriyyah), al-Qudlaa’iy di dalam Musnad asy-Syihaab (43:2), Ibn Abi Haatim di dalam Tafsir Ibn Katsiir (II:414) dan al-Kawkab ad-Daraary (83:2:1) dari jalur Laits dari Thâwûs, dari Ibn ‘Abbas.
Oleh: Ust. Muhammad wasitho Abu Fawaz, Lc
Bismillah,
Akhir-akhir ini telah beredar di internet, atau melalui sms, email dan BM riwayat-riwayat yang cukup banyak yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan besar bagi wanita muslimah yang mengalami haidh dan amalan-amalan yang dilakukannya pada saat itu. Di antara keutamaan-keutamaannya yang disebutkan adalah sebagai berikut:
1. Allah mengampuni semua dosa besar dan kecil yang pernah dilakukan oleh wanita yang haidh.
2. Allah tidak akan mencatat kesalahan-kesalahan wanita yang sedang haidh hingga tiba masa haidh berikutnya.
3. Allah memberikan kepada wanita yang sedang haidh pahala 60 (enam puluh) orang yang ma ti syahid.
4. Allah akan membangunkan sebuah kota di dalam Surga bagi wanita yang haidh.
5. Allah akan memberikan cahaya kepada wanita yang haidh sebanyak rambut yang ada di kepala dan badannya.
6. Jika wanita yang sedang haidh itu mati, maka ia mati dalam keadaan syahid.
7. Allah akan mencatat baginya pembebasan dari api neraka.
8. Allah akan memberikan kepadanya jaminan keamaan dari azab (siksaan-Nya).
9. Dan lain sebagainya.
Bismillah,
Akhir-akhir ini telah beredar di internet, atau melalui sms, email dan BM riwayat-riwayat yang cukup banyak yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan besar bagi wanita muslimah yang mengalami haidh dan amalan-amalan yang dilakukannya pada saat itu. Di antara keutamaan-keutamaannya yang disebutkan adalah sebagai berikut:
1. Allah mengampuni semua dosa besar dan kecil yang pernah dilakukan oleh wanita yang haidh.
2. Allah tidak akan mencatat kesalahan-kesalahan wanita yang sedang haidh hingga tiba masa haidh berikutnya.
3. Allah memberikan kepada wanita yang sedang haidh pahala 60 (enam puluh) orang yang ma ti syahid.
4. Allah akan membangunkan sebuah kota di dalam Surga bagi wanita yang haidh.
5. Allah akan memberikan cahaya kepada wanita yang haidh sebanyak rambut yang ada di kepala dan badannya.
6. Jika wanita yang sedang haidh itu mati, maka ia mati dalam keadaan syahid.
7. Allah akan mencatat baginya pembebasan dari api neraka.
8. Allah akan memberikan kepadanya jaminan keamaan dari azab (siksaan-Nya).
9. Dan lain sebagainya.
Bismillah,
Dari Abu Qatadah radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714)
Dari Jabir bin Abdullah -radhiallahu anhu- dia berkata:
جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا
Dari Abu Qatadah radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714)
Dari Jabir bin Abdullah -radhiallahu anhu- dia berkata:
جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا
HADITS PALSU TENTANG "KEUTAMAAN MENCARI NAFKAH" YANG BANYAK BEREDAR DI BLACKBERRY, FACEBOOK DAN TWITTER
Kategori : Hadits
Bismillah,
Telah beredar hadits di dunia maya, khususnya Blackberry dan Facebook, hadits tentang keutamaan mencari nafkah.
Setelah ditelusuri, ternyata salah satu sumber penyebarannya berasal dari software Blackberry, yakni IPG (Islamic Pocket Guide), dinukil pada tanggal 15 February 2012.
Celakanya lagi, di IPG, hadits ini di klaim sebagai riwayat Imam Bukhari. Didustakan atas nama Imam Bukhari, Imam Ahli hadits yang masyhur sangat ketat dalam menyeleksi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang mustahil ada dikitab beliau hadits-hadits PALSU.
Saya (Abu Ayaz) telah menulis email kepada perusahaan pembuat software IPG ini tertanggal 16 February 2012 untuk menanyakan hal ini. Tapi sampai sekarang, tanggal 23 February 2012, tidak ada tanggapan dari mereka. Maka tidak dapat tidak, masalah ini saya angkat dalam artikel di blog saya ini untuk memperingatkan para pembaca blog saya terhadap masalah ini.
Telah beredar hadits di dunia maya, khususnya Blackberry dan Facebook, hadits tentang keutamaan mencari nafkah.
Setelah ditelusuri, ternyata salah satu sumber penyebarannya berasal dari software Blackberry, yakni IPG (Islamic Pocket Guide), dinukil pada tanggal 15 February 2012.
Celakanya lagi, di IPG, hadits ini di klaim sebagai riwayat Imam Bukhari. Didustakan atas nama Imam Bukhari, Imam Ahli hadits yang masyhur sangat ketat dalam menyeleksi hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang mustahil ada dikitab beliau hadits-hadits PALSU.
Saya (Abu Ayaz) telah menulis email kepada perusahaan pembuat software IPG ini tertanggal 16 February 2012 untuk menanyakan hal ini. Tapi sampai sekarang, tanggal 23 February 2012, tidak ada tanggapan dari mereka. Maka tidak dapat tidak, masalah ini saya angkat dalam artikel di blog saya ini untuk memperingatkan para pembaca blog saya terhadap masalah ini.
Bismillah
Salah satu fenomena yang marak dilakukan adalah pengamalan hadits Dla’if secara serampangan tanpa pilah dan pilih terlebih dahulu, padahal implikasinya amat berbahaya sekali.
Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui kapan berhujjah dan mengamalkan hadits Dla’if itu dibenarkan dan apa pula persyaratannya?.
Untuk itu, disini kita akan membahas sedikit tentang hukum berhujjah dengannya dan persyaratannya.
Berhujjah dengan hadits Dla’if dan mengamalkannya perlu ada perinciannya :
Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui kapan berhujjah dan mengamalkan hadits Dla’if itu dibenarkan dan apa pula persyaratannya?.
Untuk itu, disini kita akan membahas sedikit tentang hukum berhujjah dengannya dan persyaratannya.
Berhujjah dengan hadits Dla’if dan mengamalkannya perlu ada perinciannya :
● Pengamalannya di dalam masalah-masalah ‘aqidah tidak boleh secara ijma’.
Bismillah,
Mempelajari hadits Nabi adalah perkara yang agung, karena hadits Nabi adalah dasar rujukan beragama setelah Al Qur’anul Karim.
Al Quran tidak akan mungkin dapat kita fahami secara benar dan lurus walaupun kita hafal 30 juz beserta terjemahannya apabila kita tidak mempelajari hadits2 Nabi Shalallahu 'alaihi wasalam.
Sebab diantara fungsi hadits adalah untuk menjelaskan tafsir dan makna dari Qur'an itu sendiri.
Dan mempelajari hadits Nabi tidak akan sempurna bila kita tidak mengetahui mana hadits Nabi yang shahih dan hadits yang tidak shahih (dha'if, dha'ifun jiddan, maudhu', mungkar, bathil, laa ashlaihi dll).
Mempelajari hadits Nabi adalah perkara yang agung, karena hadits Nabi adalah dasar rujukan beragama setelah Al Qur’anul Karim.
Al Quran tidak akan mungkin dapat kita fahami secara benar dan lurus walaupun kita hafal 30 juz beserta terjemahannya apabila kita tidak mempelajari hadits2 Nabi Shalallahu 'alaihi wasalam.
Sebab diantara fungsi hadits adalah untuk menjelaskan tafsir dan makna dari Qur'an itu sendiri.
Dan mempelajari hadits Nabi tidak akan sempurna bila kita tidak mengetahui mana hadits Nabi yang shahih dan hadits yang tidak shahih (dha'if, dha'ifun jiddan, maudhu', mungkar, bathil, laa ashlaihi dll).
Bismillah,
Dari Abu Sa’id & Abu Hurairah radiyallahu’anhuma, bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda :
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
"Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya اللّه akan menghapukan kesalahan-kesalahannya" [Mutatafaq’alaih].
Dari Abu Sa’id & Abu Hurairah radiyallahu’anhuma, bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda :
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
"Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya اللّه akan menghapukan kesalahan-kesalahannya" [Mutatafaq’alaih].
Bismillah,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)
Dalam riwayat lain :
قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء
“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari“
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)
Dalam riwayat lain :
قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء
“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari“
Oleh : Ust. Abdullah Roy Lc.
Tanya :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Saya mau menanyakan ada pernyataan yang sering saya dengar disuatu majelis bahwa apabila ada orang berkumpul kegiatan berdo’a dalam suatu majelis lebih dari 40 orang maka kemungkinan besar do’anya akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan katanya kegiatan tersebut ada hadistnya hanya bersumber dari mana sampai saat ini saya belum dapat jawabannya, mohon kiranya ustadz dapat menolong saya untuk mendapatkan penjelasan: Apakah hal tersebut diatas adalah memang benar hadits atau bukan? Terima kasih sebelumnya.
(Tia)
Jawab :
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Hadist yang saudari sebutkan berbunyi demikian :
Tanya :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Saya mau menanyakan ada pernyataan yang sering saya dengar disuatu majelis bahwa apabila ada orang berkumpul kegiatan berdo’a dalam suatu majelis lebih dari 40 orang maka kemungkinan besar do’anya akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan katanya kegiatan tersebut ada hadistnya hanya bersumber dari mana sampai saat ini saya belum dapat jawabannya, mohon kiranya ustadz dapat menolong saya untuk mendapatkan penjelasan: Apakah hal tersebut diatas adalah memang benar hadits atau bukan? Terima kasih sebelumnya.
(Tia)
Jawab :
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Hadist yang saudari sebutkan berbunyi demikian :
Pertanyaan :
1. Misalnya ada suatu amalan yg hadistnya di hasankan oleh sebagian ulama tapi di dhaifkan oleh sbagian ulama lain, maka kaidah yg benar bagaimana ?, apakah sebaiknya kita tinggalkan saja amalan tsb? atau tidak mengapa untuk mengamalkannya?
2. Berdosa kah kita bila menyebarkan amalan tsb diatas (lewat sms dll), tetapi itu sebelum kita mngetahui bahwa ada ulama yg mendhaifkan hadistnya.
Jawaban :
Jika para ulama berbeda pendapat dalam masalah hukum suatu hadits, maka boleh bagi kita untuk berpegang pada salah satu dari pendapat tersebut. Dengan syarat kita tidak punya perangkat ilmu untuk membedakan mana hadits shahih dan mana hadits dhaif.
1. Misalnya ada suatu amalan yg hadistnya di hasankan oleh sebagian ulama tapi di dhaifkan oleh sbagian ulama lain, maka kaidah yg benar bagaimana ?, apakah sebaiknya kita tinggalkan saja amalan tsb? atau tidak mengapa untuk mengamalkannya?
2. Berdosa kah kita bila menyebarkan amalan tsb diatas (lewat sms dll), tetapi itu sebelum kita mngetahui bahwa ada ulama yg mendhaifkan hadistnya.
Jawaban :
Jika para ulama berbeda pendapat dalam masalah hukum suatu hadits, maka boleh bagi kita untuk berpegang pada salah satu dari pendapat tersebut. Dengan syarat kita tidak punya perangkat ilmu untuk membedakan mana hadits shahih dan mana hadits dhaif.
ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA'AH
(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)
(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)
PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA
Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama'ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.
Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.
Hingga sekarang Islam Jama'ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma'had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama'ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi.
Berkembanglah pemikiran sesat sekte Islam Jama'ah ini di tanah air yang dibangun di atas kedustaaan besar-besaran dan penipuan besar-besaran terhadap kaum muslimin di Indonesia, bahwasanya siapa saja yang Islamnya tidak bersanad maka diragukan keabsahannya.
Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama'ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.
Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.
Hingga sekarang Islam Jama'ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma'had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama'ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi.
Berkembanglah pemikiran sesat sekte Islam Jama'ah ini di tanah air yang dibangun di atas kedustaaan besar-besaran dan penipuan besar-besaran terhadap kaum muslimin di Indonesia, bahwasanya siapa saja yang Islamnya tidak bersanad maka diragukan keabsahannya.
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, LcBismillah. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya hingga hari kiamat.
Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan dari beberapa member BB Group Majlis Hadits Ikhwan dan Akhwat seputar derajat hadits huru-hara akhir zaman yang terjadi pada pertengahan bulan Romadhon yang bertepatan dengan hari Jumat.
Maka kami katakan, bahwa para ulama hadits terdahulu maupun yang hidup di zaman sekarang telah menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang masalah tersebut tidak ada satu pun yang Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik ditinjau dari segi sanad hadits maupun realita yang ada. Bahkan semuanya adalah hadits-hadits munkar dan palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Bismillah,
Kalau kita googling di internet dan mencari artikel tentang kisah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan pengemis buta, maka masya Allah, banyak sekali website/blog yang menukil artikel ini.
Cobalah kita ketikkan di Google kalimat ‘kisah pengemis buta Yahudi dan Rasulullah’, maka akan BANYAK muncul tulisan yang dimaksud. Dalam cerita itu, ditunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah kepada seorang pengemis buta Yahudi, yang senantiasa mencela dan mengejeknya.
dan CELAKA nya, tidak satupun website/blog yang kita jumpai tersebut mencantumkan sumber rujukan ilmiyah dari artikel tsb, itu kisah perawinya siapa? berasal dari kitab mana? oleh siapa? dst..dst
Bukankah akhlak Nabi memang bagus ?
Betul sekali. Akan tetapi, bagusnya akhlak Nabi itu, tidak menjadi hujjah bahwa kisah yang sudah terlanjur terkenal itu adalah sah datangnya dari sisi Rasulullah.
Kalau kita googling di internet dan mencari artikel tentang kisah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan pengemis buta, maka masya Allah, banyak sekali website/blog yang menukil artikel ini.
Cobalah kita ketikkan di Google kalimat ‘kisah pengemis buta Yahudi dan Rasulullah’, maka akan BANYAK muncul tulisan yang dimaksud. Dalam cerita itu, ditunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah kepada seorang pengemis buta Yahudi, yang senantiasa mencela dan mengejeknya.
dan CELAKA nya, tidak satupun website/blog yang kita jumpai tersebut mencantumkan sumber rujukan ilmiyah dari artikel tsb, itu kisah perawinya siapa? berasal dari kitab mana? oleh siapa? dst..dst
Bukankah akhlak Nabi memang bagus ?
Betul sekali. Akan tetapi, bagusnya akhlak Nabi itu, tidak menjadi hujjah bahwa kisah yang sudah terlanjur terkenal itu adalah sah datangnya dari sisi Rasulullah.
Oleh : Syaikh Bin Baaz rahimahullah.
Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”
Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.” Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.
Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”
Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.” Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















































