Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



APAKAH JIN MENGETAHUI PERKARA GHAIB?

Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori :

Sudah di lihat :



Oleh : Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin rahimahullah

Samahatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin rahimahullah ditanya:”Apakah jin mengetahui perkara-perkara yang ghaib?”

Jawab: Jin tidak dapat mengetahui perkara-perkara ghaib dan tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara-perkara ghaib kecuali Allah. Bacalah firman-Nya:

َلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ (14) سورة سبأ.

“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan”
(QS. Saba’: 14).

Dan barangsiapa yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib maka dia kafir dan orang yang membenarkan orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib maka dia juga kafir, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (65) سورة النمل.

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” (QS. An-Naml: 65).

Tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah saja. Mereka yang mengaku bahwa dirinya mengetahui hal yang ghaib yang akan terjadi pada masa yang akan datang semuanya termasuk perdukunan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal/dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang ia katakana, maka sholatnya tidak akan diterima oleh Allah selama 40 hari” (HR. Muslim no. 2203).

Jika ia membenarkanya maka dia menjadi kafir karena ia telah membenarkan ada seseorang yang mengetahui perkara ghaib dan ia telah mendustakan firman-Nya:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (65) سورة النمل.

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” (QS. An-Naml: 65).

[Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, no. 44, dinukil Darussalaf.or.id offline Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin rahimahullah, Judul: Apakah Jin Mengetahui Perkara Ghaib?]


Sumber : http://qurandansunnah.wordpress.com/2010/01/02/apakah-jin-mengetahui-perkara-ghaib/


Share

Comments (0)

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.