Dari Sa'id bin Musayyab Radhiyallahu anhu, bahwa ia melihat seseorang mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau melarangnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Sa'id, apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?", lalu Sa'id menjawab :"Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyalahi sunnah"

[SHAHIH. HR Baihaqi dalam "As Sunan Al Kubra" II/466, Khatib Al Baghdadi dalam "Al Faqih wal mutafaqqih" I/147, Ad Darimi I/116].



KEWAJIBAN BAGIMU ADALAH BELAJAR MEMBACA AL-QUR'AN

Share/Bookmark
Posted By Abu Ayaz

Kategori : , ,

Sudah di lihat :


Oleh :Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Sesungguhnya saya sering membaca Al-Qur'an Al-Karim, namun tidak bagus (menerapkan) hukum-hukum (tajwid)-nya, sering keliru dalam membaca. Apakah saya berdosa dengan melakukan perbuatan itu ?

Jawaban
Merupakan suatu kewajiban atas setiap orang muslim mempelajari cara tilawah Al-Qur'an sampai dia mengusai dan membacanya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sesuai dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada RasulNya. Dia membacanya sesuai dengan kemampuan, bila memungkinkan membacanya dengan tenang dan diulang-ulang sehingga betul-betul benar, maka dia mendapat dua pahala, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan sabdanya.


"Artinya : Orang yang membaca Al-Qur'an dan dia terbata-bata didalamnya serta dia mengalami kesulitan, dia itu mendapat dua pahala..".[1]

Maka anda wahai saudaraku, bersabarlah dan tenang, ulang-ulanglah per kata beberapa kali sampai anda mampu mengucapkannya sesuai dengan apa yang semestinya, meskipun anda mengalami kesulitan, karena pahalanya sangat besar. Janganlah anda coba-coba untuk tergesa-gesa dan melantunkan Al-Qur'an dengan tidak peduli apakah salah atau benar, hal seperti ini termasuk menghina firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kita mengetahui bahwa ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara dengannya sebagaimana kita membacanya dengan huruf-huruf dan harakat-harakat ini dan Jibril Alaihis salam menerimanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian Jibril menyampaikannya (melalui wahyu) ke dalam hati Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti apa yang diterima dari Allah.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas". [Asy-Syu'ara : 192-195]

[Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur'an, edisi Indonesia 70 Fatwa Tentang Al-Qur'an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, hal. 41-43 Darul Haq]
_________
Foote Note
[1] Hadits Riwayat Muslim dari Aisyah Radhiyallahu 'anha no. 244-(896), Kitab Shalah Al-Musafirin wa Qashruha bab 38


Share

Comments (0)

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.